Tata Cara Memandikan dan Mengkafani Jenazah Sesuai Syariat

Tata Cara Memandikan dan Mengkafani Jenazah Sesuai Syariat

Dalam Islam, Mengurus jenazah hukumnya fardhu kifayah. Untuk itu, umast islam hendaknya mengetahui tata cara memandikan dan mengkafani jenazah dengan benar

tata cara memandikan dan mengkafani jenazah
Source: niatpuasa.com

Salah satu kewajipan umat Islam dalam pengurusan jenazah adalah memandikan dan mengkafaninya. Mengingat pentingnya prosesi ini, setiap umat Islam sangat dianjurkan untuk mengetahui tata cara memandikan dan mengkafani jenazah, sebelum akhirnya menyolati dan menguburkannya.

Tata Cara Memandikan dan Mengkafani Jenazah

Sesuai syariat Islam, hukum pengurusan jenazah adalah fardhu kifayah. Yakni, kewajiban yang apabila seorang Muslim lain sudah menunaikannya, maka gugurlah kewajiban seluruh umat Islam. Tulisan ini akan membahas tentang cara memandikan dan mengkafani jenazah.

Tata Cara Memandikan Jenazah

Memandikan jenazah termasuk prosesi wajib ditunaikan sebelum jenazah dishalatkan dan dikuburkan. Sebagai umat Islam, sangat disarankan jika Anda mengetahui cara memandikan jenazah secara benar. Berikut adab dan tata caranya sesuai syariat Islam.

1. Jenazah yang wajib dimandikan

Sesuai tuntunan Islam, ada beberapa golongan jenazah yang wajib dimandikan agar semua najis dan kotoran yang ada di dalam tubuh hilang/bersih sebelum dikuburkan. Mereka adalah jenazah Muslim/Muslimah, memiliki tubuh, meninggal bukan karena mati syahid, serta bayi meninggal akibat keguguran.

Khusus untuk bayi yang meninggal akibat keguguran, jika janin sudah berusia lebih dari empat bulan. Maka berlaku seperti jenazah pada umumnya. Janin itu wajib hukumnya untuk dimandikan, termasuk dikafani, serta disholatkan.

Hal ini sesuai dengan perintah Nabi Muhammad SAW, seperti disebutkan dalam riwayat Abu Dawud dan At Tirmidzi, bahwa jika ada janin yang mati karena keguguran maka dia disholatkan serta didoakan agar kedua orangtuanya mendapatkan rahmat dan ampunan dari Allah SWT.

2. Jenazah yang Tidak Wajib dimandikan

Sebagaimana disebutkan dalam hadits di atas bahwa tidak semua jenazah yang meninggal dalam keadaan Muslim wajib dimandikan dan dishalatkan. Namun, bisa langsung dimasukkan ke dalam liang lahat.

Dalam satu riwayat di HR Al Bukhari, setelah Perang Uhud usai, Nabi SAW memerintahkan agar langsung mengubur pada pejuang Islam itu tanpa harus dimandikan dan dishalatkan. Mereka itu pejuang Islam yang berperang di jalan Allah dan gugur dalam keadaan syahid.

3. Syarat Orang yang Memandikan Jenazah

Islam sangat memuliakan setiap jenazah, sehingga orang yang akan memandikannya pun harus memenuhi syarat. Lantas, seperti apa yang yang memenuhi syarat untuk bisa memandikan jenazah, sesuai tuntunan Nabi SAW? 

Mereka Muslim tentunya. Selain itu, mereka berakal, baik, jujur dan amanah, serta sudah baligh.

Syarat lain yang wajib dipenuhi adalah dia harus mengetahui hukum dan cara memandikan jenazah sesuai syariat serta mampu menutup aib jenazah. Jika semua syarat itu sudah terpenuhi, selanjutnya adalah berniat memandikan jenazah sebagai syarat terakhir.

4. Mereka yang Bisa Memandikan

Memandikan jenazah termasuk fardhu kifayah, sehingga ketika pihak yang paling diutamakan memandikan jenazah sudah menunaikannya maka gugurlah kewajiban yang lain. Selain itu, pihak yang memandikan jenazah laki-laki dan jenazah perempuan juga berbeda. Berikut urutannya sesuai sunnah.

Jenazah Laki-Laki. Untuk jenazah laki-laki, pihak yang paling utama memandikan adalah kakak, adik, keluarga, atau kakek. Urutan selanjutnya adalah istri, laki-laki yang tidak ada hubungan kekerabatan, serta perempuan yang masih muhrim.

Jenazah Perempuan. Sedangkan untuk jenazah perempuan, pihak yang paling berhak memandikannya adalah suami, disusul perempuan yang masih hubungan famili dengan jenazah (kakak, adik, keluarga, dan nenek). 

Selanjutnya adalah perempuan yang tidak ada hubungan kekerabatan, serta laki-laki yang masih mukhrim.

5. Niat Memandikan Jenazah

Setiap perbuatan yang baik harus diawali dengan niat, sehingga menjadi nilai ibadah. Hal ini sesuai dengan petunjuk Nabi Muhammad SAW, sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, bahwa segala amal yang dilakukannya itu tergantung niat dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya.

Untuk itu, bagi Anda yang akan memandikan jenazah, hal terpenting adalah meluruskan niat serta membaca niat di dalam hati. Bagi sebagian orang, ada yang melafadkan niat untuk memantapkan niatnya di dalam hati.  

6. Perlengkapan Memandikan Jenazah

Sebelum jenazah dimandikan, ada beberapa perlengkapan memandikan jenazah sesuai sunnah yang harus disiapkan, diantaranya adalah meja tempat pemandian jenazah serta menutup tempat yang akan dijadikan tempat mandi.

Usahakan tempat tertutup dan tidak mudah dilihat orang. Kita bisa menutupnya dengan membentangkan kain sebagai satir dan hijab, atau menggunakan alat semacam tenda pemandian jenazah.

Perlengkapan selanjutnya adalah air bersih, bubuk kapur barus, wangi-wangian tanpa alkohol, dan sabun mandi. Untuk memandikan jenazah, disarankan agar Anda menggunakan sarung tangan. Perlengkapan lain, kapas, gulungan kain kecil, serta handuk.

7. Tahapan Memandikan Jenazah

Islam itu agama yang sempurna, sehingga penjelasan dalam mengurus jenazah pun sangat detail. Berikut langkah-langkah memandikan jenazah sebagai bagian dari tata cara memandikan jenazah, baik jenazah laki-laki maupun perempuan.

  1. Untuk kesempurnaan kebersihan si jenazah, saat memandikan sebaiknya periksa kuku jenazah. Jika kuku sudah panjang sebaiknya dipotong sampai ukuran normal.
  2. Periksa juga rambut ketiak dan sebaiknya dipotong jika panjang.
  3. Angkat kepala jenazah hingga setengah duduk. Selanjutnya, tekan perutnya agar semua kotoran yang ada di dalam keluar dari tubuh.
  4. Untuk memastikan kotoran yang keluar dari perut tidak menempel di tubuh, sebaiknya siram seluruh tubuh jenazah.
  5. Bagian dubur dan kemaluan juga harus dibersihkan serta pastikan tidak ada kotoran yang menempel disana.
  6. Gunakan sarung tangan saat membersihkan kemaluan dan dubur agar tidak menyentuh langsung menyentuh kedua bagian itu.
  7. Basuh tubuh bagian kanan terlebih dahulu, mulai dari leher hingga ujung kaki.
  8. Gunakan handuk halus saat membersihkan atau membasuh bagian tubuh.
  9. Setelah selesai dimandikan, bantu jenazah berwudhu seperti ketika akan shalat.
  10. Untuk membasuh jenggot dan rambut, gunakan air yang dicampur daun bidara.
  11. Proses pemandian jenazah selesai dan gunakan handuk untuk mengeringkan tubuh jenazah sebelum dikafani.

Tata Cara Mengkafani Jenazah

Sesuai tuntunan Islam, tata cara mengkafani jenazah laki-laki dan perempuan memiliki sedikit perbedaan.

Untuk tata cara mengkafani jenazah laki-laki, adalah sebagai berikut:

  1.  Siapkan tali pengikat serta letakkan secara vertikal di bawah kain kafan.
  2. Hamparkan kain kafan lapis pertama sesuai ukuran jenazah dan beri wewangian.
  3. Beberkan kain kafan lapis kedua sesuai ukuran jenazah dan beri wewangian.
  4. Hamparkan kembali kain kafan lapis tiga yang sudah dipotong dan beri wewangian.
  5.  Letakkan tubuh jenazah persis di tengah-tengah kain kafan lapis ketiga.
  6. Tutup jenazah dengan kain kafan lapis ketiga dari sisi kiri ke kanan dan sebaliknya.
  7. Tutup kembali dengan kain kafan lapis kedua dari sisi kiri ke kanan dan sebaliknya.
  8. Tutup kain kafan lapis pertama.
  9. Ikat dengan tali pengikat.
Tata Cara Memandikan dan Mengkafani Jenazah
Mengkafani jenazah. Sumber wajibbaca.com

Sedangkan cara mengkafani jenazah perempuan adalah sebagai berikut:

  1. Beberkan kain kafan yang sudah dipotong dan letakkan kain sarung dari pusar hingga lutut.
  2. Untuk jenazah perempuan memakai baju gamis dan kerudung.
  3. Siapkan tali dan letakkan pada bagian bawah kain kafan serta siapkan kapas diberi wewangian
  4. Baringkan jenazah diatas kain kafan.
  5. Letakkan kapas yang sudah diberi wewangian untuk menutup lubang (manfad).
  6. Gunakan sarung untuk selimut antara pusar hingga kedua lutut. Pasang baju gamis dan kain kerudung.
  7. Selimutkan kain kafan dari lapis atas hingga bawah. Selanjutnya ikat dengan tali yang telah disediakan.

Sebagai seorang Muslim, paham akan tata cara memandikan dan mengkafani jenazah sangat dianjurkan. Nabi Muhammad SAW juga sudah mengingatkan bahwa seorang muslim itu memiliki kewajiban atas saudara muslim lainny. Salah satunya mengurus jenazah.

Fajar Muhammad

Penulis, Happiness Marketing, Art Director.

Leave a Reply