9 Tanda-Tanda Kematian Menurut Medis yang Biasanya Terjadi

9 Tanda-Tanda Kematian Menurut Medis yang Biasanya Terjadi

Tanda-tanda kematian menurut medis umum terjadi pada penderita penyakit parah yang sudah fatal, mulai dari sesak nafas hingga berubahnya warna permukaan kulit. 

Tanda-tanda kematian menurut medis
Souce : Pixabay.com

Mengetahui seseorang yang Anda sayangi akan segera pergi memang berat. Apalagi jika tanda-tanda kematian menurut medis sudah terlihat tepat di depan mata. Akan tetapi, sebenarnya dengan mengetahui tanda-tanda medis tersebut, Anda bisa membuat saat-saat terakhir orang terkasih menjadi lebih mudah. 

Anda bisa menemaninya melewati setiap tahapan dan memastikan ia pergi dengan tenang. Tentunya tahapan ini umumnya hanya diderita orang berpenyakit berat, jadi jangan dianggap semuanya sama dan menjadi paranoid, ya. 

Tanda-Tanda Kematian Menurut Medis

Berikut tanda-tanda mendekati kematian menurut medis :

1. Menarik Diri

Mungkin ini yang biasa dikatakan dengan aura orang yang akan meninggal. Umum terjadi apabila seseorang merasa waktunya sudah dekat, dan membuatnya menarik diri dari keluarga dan orang terdekat. 

Perilaku ini sering diartikan sebagai persiapan sebelum benar-benar pergi. Melepaskan hubungan dengan keluarga, teman, dan semua orang terdekat lainnya yang akan ditinggalkan.

Ketika saat-saat ini terjadi, sentuhan menjadi lebih berarti dan dibutuhkan dari komunikasi verbal.  

2. Berkurangnya Nafsu Makan

Mendekati akhir waktunya, wajar apabila nafsu makan berkurang dan malah ada pula yang tidak mau makan sama sekali. Hal ini sangat normal, dan sebaiknya apabila Anda melihat orang terkasih mulai masuk tahap ini, jangan panik. 

Mereka menolak makan atau mengkonsumsi apapun karena “mendengarkan” apa yang tubuh mereka katakan. 

Memaksanya untuk makan justru malah akan memperburuk keadaan. Pemaksaan ini bisa mengakibatkan muntah, mual, tersedah, dan bahkan pnemonia.  

3. Pola Tidur yang Berubah

Tanda-tanda selanjutnya adalah pola tidur yang mulai berubah dari kebiasaannya sehari-hari. Ia mungkin akan lebih banyak diam dan menjadi lebih jarang berbicara. Lebih mudah lelah, dan mengantuk, meski belum lama terbangun dari tidur. 

Akan ada saat-saat dimana Anda sedang berbicara, tetapi ia seperti tidak mendengarkan dan mengantuk. Hal ini wajar, dan sebaiknya jangan dibangunkan serta jangan pula mengeraskan suara Anda. Tetaplah berbicara seperti biasa, seakan-akan ini hari yang biasa dan percakapan biasa. 

Ada pula saatnya ketika ia akan tertidur sepanjang hari, tetapi terbangun sepanjang malam. Perubahan pola tidur ini normal terjadi, dan sebaiknya tidak dipaksakan untuk bangun atau tidur. Terkecuali, atas saran, anjuran, serta pengawasan dokter yang bertanggung jawab. 

4. Penurunan Fungsi Kemih

Inkontinensia atau mengompol akan mulai sering terjadi, bahkan mungkin selalu terjadi. Bukan hanya mengompol saja, akan tetapi ini juga termasuk kemampuan untuk merasakan atau menahan rasa buang air besar. Sehingga, hampir selalu buang air kecil atau besar, diketahui setelah kotoran keluar. 

Penurunan fungsi kemih yang menyebabkan hal ini terjadi dikarenakan oleh otot yang mulai rileks. Sehingga jika hal ini sudah terjadi, maka sudah bisa dipastikan akan terjadi terus-menerus.

Ketika hal ini terjadi, pastikan orang terkasih selalu dalam keadaan kering dan bersih. Jaga harga dirinya, dan perlakukan ia dengan baik, tanyakan apabila ada sesuatu yang kurang nyaman. 

5. Gelisah

Perubahan yang terjadi di dalam tubuh sudah pasti disadari oleh orang yang akan meninggal, walau dalam keadaan sakit parah sekalipun. Hal ini tidak jarang mengakibatkan kegelisahan hingga halusinasi.

Tidak jarang pula mereka mulai membicarakan semuanya tentang masa lalu. Membahas orang yang sudah lama meninggal seperti mereka masih ada. Ketika hal ini terjadi, tidak perlu mengoreksinya, apalagi menegur.

Menemani dan membuat mereka merasa lebih nyaman dan tenang merupakan satu-satunya yang harus Anda lakukan. Tetaplah berbicara dengan santai, suara yang pelan dan lembut.

6. Bingung dan Pelupa

Tubuh yang sudah lelah, dan semua rasa sakit yang diderita bisa menyebabkan kebingungan sehingga menjadi pelupa. Apalagi hal ini ditambah dengan efek samping obat-obatan yang selama ini dikonsumsi. 

Seberapa berat tingkat kebingungan dan lupa yang terjadi tentunya berbeda pada setiap orang. Hal ini tergantung dari penyakit yang diderita, separah apa penyakit tersebut menyerang tubuh, serta kondisi tubuh itu sendiri.

Pada beberapa kasus, kebingungan dan lupa yang terjadi bisa sampai pada tingkat tidak bisa mengenali wajah. Jadi, meskipun Anda ada di dekatnya, mereka akan mengalami kesulitan untuk tahu bahwa itu Anda.

Ketika hal ini terjadi, mungkin Anda menjadi sedih karena tidak dikenali. Akan tetapi, pada saat-saat seperti ini lupakan dulu perasaan Anda. Mereka tidak melakukannya dengan sengaja, ini bukan sesuatu yang bisa diatur dan dihindari.

7. Perubahan Warna kulit

Dekubitus, atau titik nyeri pada tubuh akibat tekanan akan muncul, dan bukan hanya satu atau dua saja. Biasanya warna biru atau ungu ini akan terlihat pada bagian tangan atau kaki, hingga bagian permukaan tubuh bagian bawah lain. 

Perubahan warna ini diakibatkan oleh aliran darah yang sudah tidak lancar. Lama kelamaan, setelah semua luka dekubitus muncul, suhu tubuh perlahan mulai menurun. 

8. Menurunnya Suhu Tubuh

Tanda-tanda kematian orang lain yang satu ini pasti disadari dengan mudah. Terutama apabila Anda menggenggam tangannya, penurunan suhu pertama kali terjadi pada tangan, kaki, dan telapak kaki. 

Lagi-lagi hal ini disebabkan oleh melambatnya proses sirkulasi darah di dalam tubuh. 

9. Sesak Nafas

Sesak Nafas merupakan tanda-tanda kematian yang dapat dilihat orang lain dengan jelas. Bisa dibilang tanda satu ini merupakan yang paling ketara, dan diketahui semua orang.

Pola pernapasan menjadi tidak teratur, terkadang sangat cepat dan terkadang melambat. Keadaan seperti ini bisa berlangsung antara 30 detik  hingga 2 menit, dan terulang kembali. Sebagian besar, sesak nafas juga disertai dengan suara berisik yang keras, tampak seperti sangat kesakitan.

Saat masa-masa ini terjadi, sangat wajar apabila Anda merasa panik, takut, dan gelisah, serta semua perasaan campur aduk. Sayangnya, alih-alih fokus pada perasaan Anda, pada saat-saat seperti ini orang terkasih lebih membutuhkan. 

Bagi yang merasakan, saat-saat ini tidaklah semenyakitkan kelihatannya. Efek itu disebabkan oleh aliran darah yang semakin lambat dan menumpuknya sisa zat buangan dalam tubuh. 

Tanda kematian menurut medis. Source TheJakartaPost.Com

Apa yang harus dilakukan ?

Apa yang harus dilakukan ketika Anda menemui tanda-tanda di atas? Tentu saya yang pertama adalah tidak panik, dan usahakan bersikap seperti biasanya. 

Tetaplah ada di samping mereka, temani dan jangan tinggalkan. Bicaralah dengan nada yang lembut, dan menenangkan.

Apabila ada hal yang diluar kendali dan tidak biasa atau Anda ragu, pastikan bicarakan hal ini dengan dokter. Cari tahu bagaimana mereka bisa melewati hal ini dengan mudah, dan sebaik mungkin. Tidak jarang, ada stress atau rasa takut yang dirasakan, dan hal ini membutuhkan campur tangan dokter. 

Membicarakan hal ini dengan dokter bukan berarti Anda mendoakan supaya cepat terjadi. Akan tetapi lebih kepada membantu agar mereka bisa mendapatkan yang terbaik, dan melewati semuanya dengan tenang. 

Sebelum mengakhiri pembahasaan ini, sekali lagi umumnya tanda-tanda ini terjadi pada penderita sakit berat. Biasanya mereka sudah sampai pada fase akhir, dan dalam kondisi fatal. 

Jadi, sebaiknya informasi ini tidak menjadikan Anda paranoid ya, apabila ragu komunikasikan segera dengan dokter agar lebih tenang.

Semoga informasi mengenai tanda-tanda kematian menurut medis di atas bisa menambah wawasan Anda. Ingat, apabila menemukan tanda-tanda tersebut, jangan panik dan lupakan perasaan pribadi Anda. Fokus dan bantu mereka untuk melewatinya dengan sebaik mungkin. 

Jika masjid anda membutuhkan Keranda Mayat yang terbuat dari stainless dengan harga keranda mayat terbaik ataut tempat pemandian jenazah dan berbagai macam alat kepengurusan jenazah lainnya, kami siap membantu anda!

Fajar Muhammad

Penulis, Happiness Marketing, Art Director.

Leave a Reply