Pahami Pengertian Pengurusan Jenazah Hingga Aplikasinya

Pahami Pengertian Pengurusan Jenazah Hingga Aplikasinya

Sebelum mengurus jenazah. Sebaiknya pahami terlebih dahulu pengertian pengurusan jenazah. Hal ini agar jenazah bisa diperlakukan dengan baik.

pengertian pengurusan jenazah

Kematian adalah hal pasti dan akan datang pada setiap orang. Bagi umat muslim wajib hukumnya untuk mengurus jenazah sesama yang telah meninggal dunia. Hal ini sejalan dengan pengertian pengurusan jenazah, dimana tidak semua orang mengetahui hal tersebut.

Mengurus jenazah tidak seperti boneka atau benda mati lainnya, sekalipun sudah tidak bernyawa namun harus diperlakukan dengan hati-hati dan ada aturannya. Hal ini mengacu pada kaidah islam, dimana perlakukan jenazah pria dan wanita itu berbeda.

Pengertian Pengurusan Jenazah Dalam Islam

Jika ditelisik lebih lanjut, menurut pengertian mengurus jenazah dalam kaidah islam itu hukumnya fardhu kifayah. Dimana hukumnya wajib bagi semua muslim, dimana jika tidak melakukan akan mendapatkan dosa.

Khusus untuk pengurusan jenazah, gugur kewajiban seorang muslim jika sudah ada seorang atau sekelompok orang yang melakukan pengurusan jenazah. Sebaliknya, jika mengabaikan untuk mengurus jenazah maka semua muslim akan mengetahuinya mendapatkan dosa.

Hal ini sudah dijelaskan pada surat Al-Imran ayat 185, dalam penggalan surat yang artinya, setiap jiwa yang bernyawa nantinya akan merasakan kematian. Ini tentu menjelaskan jika kematian akan datang pada semua makhluk yang bernyawa.

4 Hal yang Wajib Diberikan Saat Mengurus Jenazah

Banyak sekali hikmah pengurusan jenazah, selain mengugugurkan kewajiban sebagai umat muslim. Ini juga jadi pengingat, jika nantinya Anda akan menghadapi kematian. 

Dalam pengurusan jenazah ada 4 hal yang harus dilakukan pada jenazah sebelum dimakamkan.

1. Memandikan Jenazah Pria dan Wanita

Memandikan jenazah hukumnya wajib, hal ini untuk membersihkan dan mensucikan jenazah. Namun ada dua kriteria jenazah yang tidak perlu dimainkan dan sudah suci saat dimakamkan. 

Jenazah mati syahid karena berperang di jalan Allah SWT dan bayi yang meninggal dalam kandungan (belum bisa menangis atau janin berusia di bawah 4 bulan.

Seperti apa tata cara memandikan jenazah? 

Apakah jenazah pria dan wanita mendapatkan perlakukan yang sama? 

Tentu saja berbeda. Bahkan siapa saja yang boleh memandikan jenazah sudah ada dalam kaidah islam. Berikut ini tahapan memandikan jenazah.

  • Jenazah yang boleh dimandikan yang sekufu, jika pria maka yang memandikan pria atau sekufunya, sebaliknya jika perempuan maka hanya perempuan atau sekufunya.
  • Siapkan bilik khusus dan tertutup untuk memandikan jenazah, sebaiknya tidak ada yang menonton. Selain menghormati jenazah, hargai juga keluarga yang berduka.
  • Jenazah bisa dipangku atau diletakkan di tempat tinggi seperti dipan atau meja.
  • Tutupi bagian aurat jenazah, bisa menggunakan kain basahan atau sarung
  • Mulai basuh atau bersihkan jenazah dari aera kiri ke kanan
  • Bersihkan jenazah mulai dari bagian kotoran terlebih dahulu, bersihkan dari bagian pembuangan belakang.
  • Basuh area wajah, kepala dan sisir bagian rambut jenazah
  • Gunakan sabun mandi dan shampo, agar jenazah tetap wangi dan menghilangkan bau yang keluar dari jenazah
  • Diperbolehkan menggunakan wewangian, jika jenazah akibat kecelakaan atau sakit yang mengeluarkan bau tak sedap
  • Ulangi kembali hingga 3 kali dibersihkan, sebelum dikafani.

2. Mengkafani Jenazah Pria dan Wanita

Setelah dimandikan dan bersih dari kotoran serta najis, bisa langsung mengkafani jenazah. Bisa dilakukan di bilik tempat memandikan dan pastikan tempatnya sudah kering terlebih dahulu.

Siapkan kafan tiga lapis untuk jenazah pria dan wanita, potong terlebih dahulu dengan menyesuaikan ukuran jenazah. Hal ini sesuai dengan hadist rasul yang diriwayatkan oleh HR. Muslim. 

Dimana Abu Salamah pernah bercerita, kala itu dirinya bertanya pada Aisyah ra, berapa lapis kain kafan yang digunakan Rasulullah SAW? Aisyah menjawab, tiga lapis kain kafan (warna putih).

Dimana ada ketentuan banyak lapisan untuk jenazah, seperti dijelaskan HR. Muslim, jika pria maka akan digunakan tiga lapis kain kafan. 

Sedangkan untuk wanita akan menggunakan lima lapis kain kafan, ini termasuk basahan yang akan menyelimuti area dada hingga lutut. Boleh juga menambahkan wewangian pada kain kafan.

Berikut ini tata cara merawat jenazah dalam hal mengkafani untuk pria dan wanita.

  • Bentangkan kain kafan, ini pria 3 lapis dan wanita 5 lapis.
  • Setiap lapisan boleh diberikan tambahan wewangian, asalkan tidak mengandung alkohol
  • Khusus untuk jenazah wanita, siapkan kain sarung untuk menutupi bagian dada hingga lutut.
  • Meletakkan jenazah di bagian tengah kain kafan
  • Tutup kain kafan dari arah kiri ke kanan, lakukan hingga semua lapisan kain kafan.
  • Ikat kain kafan di lapis pertama, tidak perlu terlalu kencang hanya untuk memastikan jenazah terbungkus dengan baik. Pasalnya nanti saat penguburan ikatan akan dilonggarkan, bisa juga dilepaskan.

3. Menyolatkan Jenazah

Setelah jenazah dimainkan dan dikafani, maka sudah siap untuk dishalatkan. Pastikan setelah dimandikan dan suci, tidak ada lagi yang bukan mahram menyentuhnya. Jenazah harus kembali dalam kondisi suci, maka dari itu saat memandikan dan mengangkat jenazah dilakukan oleh sekufunya.

Pengertian menyolatkan jenazah seperti halnya shalat pada umumnya, namun tidak ada ruku’ dan sujud, bahkan biasanya hanya dilakukan pria, wanita memang diperbolehkan tetapi biasanya hanya dilakukan oleh keluarga saja.

Shalat jenazah terdiri dari empat kali takbir dengan bacaan berbeda, dimana ada 9 rukun dalam shalat jenazah.

  1. Niat (niat berbeda untuk jenazah pria atau wanita)
  2. Shalat jenazah dilakukan dengan berdiri bagi yang mampu
  3. Empat kali takbir
  4. Wajib mengangkat tangan saat takbir pertama
  5. Membaca surat al fatihah pada takbir pertama
  6. Membaca shalawat pada takbir kedua
  7. Berdoa untuk jenazah pada takbir ketiga (doa untuk mayit pria dan wanita berbeda)
  8. Doa untuk orang yang ditinggalkan pada takbir ke empat (doa berbeda untuk jenazah pria dan wanita)
  9. Salam

Jika ada anggota keluarga yang ingin ikut shalat jenazah diperbolehkan pria dan wanita asalkan memenuhi syarat shalat. Selain itu disarankan tidak menangis saat menyolati jenazah, ini hanya akan menghambat yang jenazah kembali pada Allah SWT.

Menguburkan Jenazah

Setelah dishalatkan, maka jenazah sudah siap untuk dimakamkan. Namun ada beberapa keluarga yang memilih menginapkan jenazah karena menunggu kerabat memberikan penghormatan terakhir, ini memang diperbolehkan namun disarankan untuk segera menguburkan jenazah.

Sesuai dengan hadis Rasulullah yang diriwayatkan HR. Bukhari Muslim, Rasulullah bersabda, segera lakukan menguburkan jenazah yang telah meninggal. Bahkan ditambahkan, sebaiknya menguburkan jenazah di siang hari. Akan tetapi, dalam kondisi khusus, diperbolehkan melakukan pemakaman di malam hari.

Berikut ini petunjuk tata cara mengurus jenazah saat dimakamkan,

  • Gali lubang cukup dalam, minimal seperti orang berdiri hingga melambai. Hal ini untuk memastikan jenazah terkubur dan tidak mengeluarkan bau tak sedap yang memancing hewan pemangsa bangkai jenazah.
  • Biasanya lubang kubur ukuran 2×1 meter, tapi sebaiknya sesuaikan dengan ukuran jenazah. Usahakan lebar satu jengkal, agar tidak terlalu sempit saat jenazah diturunkan dan dikuburkan.
  • Turunkan bagian kepala terlebih dahulu, setelah itu pastikan jenazah terbujur dengan lurus dan menghadap kiblat.
  • Miringkan jenazah ke arah kanan dan pastikan menghadap kiblat
  • Buka ikatan pada kain kafan, ini sunnah dilakukan
  • Bacakan doa minimal bismillah, sebelum menutup jenazah dengan papan kayu
  • Tutup lubang dengan tanah hingga tertutupi seperti awal
  • Bacakan doa terlebih dahulu sebelum meninggalkan pemakaman
Pengertian Pengurusan Jenazah
Jenazah yang sudah dimandikan. Sumber rakyat.news

Begitulah pengertian pengurusan jenazah, bagi kaum muslim hukumnya wajib untuk mengurus sesama hingga kembali terkubur di tanah. Hal ini wajib dilakukan, jika tidak maka semua muslim yang mengetahuinya akan mendapatkan dosa. Selain itu, pastikan tahu tata caranya karena jenazah pria dan wanita harus diperlakukan berbeda.

Jika bapak/ibu pengurus DKM membutuhkan peralatan pengurusan jenazah, kami siap membantu dengan senang hati.

Syauqi Muhammad Najmi

Adalah seorang penulis di Rajane Keranda. Lulusan pondok yang terjun ke dunia digital marketing dan ingin membuktikan bahwa santri bisa jadi apapun. Yang terpenting jangan lupa berdakwah !

Leave a Reply