5 Hal Penting Dalam Pelatihan Pengurusan Jenazah

5 Hal Penting Dalam Pelatihan Pengurusan Jenazah

5 Hal yang harus menjadi perhatian saat mengikuti pelatihan pengurusan jenazah, apalagi dalam hal memandikan, mengkafani, menshalatkan hingga menguburkan jenazah.

pelatihan pengurusan jenazah
source: freepik.com

Setiap makhluk yang bernyawa, nantinya akan meninggal. Tugas Anda yang masih hidup untuk memberikan penghormatan dan menguburkan secara layak. Dalam aturan islam wajib hukumnya menguburkan secara layak, itulah kenapa diadakan pelatihan pengurusan jenazah secara menyeluruh.

Tujuan pelatihan pengurusan jenazah agar semua umat muslim bisa mengurus jenazah dengan layak dan sesuai kaidah islam. Pasalnya tidak semua umat muslim tahu dan paham, sehingga bisa jadi pengurusan jenazah tidak sesuai atau banyak menemukan kekurangan.

Perhatikan 5 Hal Penting Dalam Pelatihan Pengurusan Jenazah Secara Massal

Bagi Anda yang akan mengikuti pelatihan pemulasaran jenazah, ada beberapa hal yang penting yang harus berkaitan. Biasanya pelatihan akan memberikan teori dan praktek sekaligus, bukan menggunakan jenazah melainkan manekin atau manusia yang masih hidup.

1. Hukumnya Pengurusan Jenazah Setelah Meninggal

Kenapa penting sekali mengadakan pelatihan perawatan jenazah, pasal hukum untuk mengurus jenazah adalah fardu kifayah. Dimana semua orang akan berdosa jika tidak melakukan pengurusan jenazah secara layak. 

Namun akan gugur kewajiban muslim lainnya, jika sudah ada salah satu atau sekelompok yang telah melakukan pengurusan jenazah secara layak.

Jika melihat dari hukum mengurus jenazah, maka setiap umat muslim punya kewajiban untuk memberikan pengurusan yang layak bagi sesama. Ini sesuai dengan hadis rasul dari Abdullah bin Abbas, kala itu ada lelaki sedang wukuf dengan Rasulullah, tiba-tiba dia terjatuh dan meninggal. 

Nabi SAW bersabda, mandikan dengan air dan daun bidara. Kafani dengan dua lapis kain, jangan tutup kepalanya dan jangan beri wewangian. 

Ada 4 Hal penting dalam pengurusan jenazah yang harus diperhatikan. Mulai dari memandikan dan mengkafani, perhatikan juga perbedaan antara jenazah laki-laki dan perempuan. Selanjutnya menshalatkan dan menguburkan jenazah.

2. Cara Memandikan Jenazah Laki-Laki dan Perempuan

Hal pertama yang harus dilakukan pada jenazah adalah memandikan, hal ini untuk menghilangkan kotoran dan najis, sehingga jenazah bisa kembali dalam keadaan suci. Tata cara memandikan jenazah pria dan wanita berbeda, Anda harus memperhatikan dengan baik saat pelatihan.

Pasalnya untuk pria hanya boleh dimandikan sekufunya yaitu, sesama pria, anak-anaknya dan saudara yang masih satu mahram. Selain itu terdapat perbedaan niat saat memandikan jenazah. Banyak orang mengabaikan hal tersebut dan menganggap niat memandikan jenazah itu sama saja.

Berikut ini tahapan memandikan jenazah, harus runtut dan tidak boleh terlewatkan agar jenazah bersih dan kembali suci sebelum dimakamkan.

  • Memangku atau meletakkan jenazah diatas tempat pemandian jenazah dengan letak kepala lebih tinggi, sebaiknya menghadap kiblat
  • Gunakan sarung tangan untuk memandikan jenazah
  • Tetap menutup aurat jenazah, terlebih untuk bagian vital. Gunakan kain basahan saat memandikan jenazah, hal ini agar aurat tetap tidak terlihat saat dimandikan.
  • Bersihkan area mulut, hidup, lubang telinga, ketiak, jari tangan, kaki hingga rambut.
  • Usahakan untuk menggunakan sabun dan shampo, agar jenazah lebih wangi apalagi jika punya riwayat sakit.
  • Bersihkan kotoran dalam tubuh jenazah, caranya dengan menekan bagian perut dan keluarkan bagian belakang terlebih dahulu.
  • Basuh seluruh tubuh, gunakan sabun jangan wewangian agar bau kotoran hilang.
  • Siram kembali dengan air bersih dan bacakan niat memandikan jenazah sesuai jenis kelaminnya.
  • Basuh kembali seluruh tubuh 3 kali di bagian kanan dan 3 kali di bagian kiri
  • Miringkan ke kiri dan basuh bagian lambung bagian kanan belakang.
  • Miringkan ke kanan dan basuh bagian lambung kiri belakang
  • Siram lagi ke seluruh bagian tubuh dari kepala hingga kaki
  • Boleh menggunakan air kapur barus, jika jenazah masih mengeluarkan aroma tidak sedap
  • Jenazah diwudhukan dan keringkan
  • Kemudian dikafani.

3. Cara Mengkafani Jenazah Laki-Laki dan Perempuan

Setelah dimandikan dan sudah diwudhukan, maka jenazah dalam kondisi bersih dan suci. Setelah itu, akan diberikan pelatihan mengkafani jenazah. Ini penting sekali, pasalnya cara mengkafani bagi jenazah laki-laki dan wanita itu berbeda.

Cara Mengkafani Jenazah Laki-Laki

  • Bentangkan dan potong kain kafan sesuai ukuran jenazah
  • Siapkan tali pengikat dan letakkan secara vertikal pada kain kafan lapis pertama
  • Boleh memberikan wewangian pada setiap lapis kain kafan, tujuannya agar jenazah tidak mengeluarkan aroma tidak sedap. Wewangian yang digunakan tanpa mengandung alkohol.
  • Terdapat 3 lapis kain kafan yang digunakan
  • Jenazah akan diletakkan pada tengah-tengah kain kafan lapis ketiga
  • Tutup jenazah dari sisi kiri dan kanan, lakukan ini pada lapis kafan selanjutnya
  • Pada lapis pertama, ikat dengan tali pengikat, agar kain kafan tidak bergeser dan jenazah berada di posisi tengah.

Cara Mengkafani Jenazah Perempuan

  • Bentangkan 2 lapis kain kafan yang sudah dipotong sesuai ukuran jenazah
  • Tepatkan kain sarung pada bagian pusar hingga lutut
  • Buat baju gamis dan kerudungnya
  • Siapkan 3 hingga 5 utas tali untuk pengikat, tempatkan pada kain kafan terbawah
  • Masukkan kapas yang diberikan wewangian untuk menutup lubang pada jenazah
  • Baringkan jenazah pada kain kafan teratas
  • Lepaskan semua kapas yang diletakkan pada lubang jenazah
  • Selimutkan kain sarung, pasangkan baju gamis dan kerudung. Jika jenazah memiliki rambut panjang, bisa dikepang hingga 2/3 dan diletakkan pada bagian atas dada baju gamis.
  • Selimutkan kain kafan lapis selanjutnya, bagian teratas di ikat dan pastikan jenazah berada tepat di bagian tengah.

4. Cara Menshalatkan Jenazah

Setelah jenazah bersih dan suci, maka segera di shalatkan. Penting sekali untuk segera menshalatkan jenazah, sekalipun akan dimakamkan keesokan harinya. 

Siapa yang boleh menshalatkan jenazah?

Semua umat muslim yang sedang dalam kondisi bersih dan siap menshalatkan jenazah.

Dalam tata cara menshalatkan jenazah tidak ada perbedaan perlakuan untuk jenazah laki-laki dan perempuan. Pastikan ada imam dan makmum, biasanya hanya pria yang menshalatkan jenazah, wanita disunahkan.

  • Berdiri pada barisan shaf shalat
  • Lakukan niat dalam hati
  • Empat kali takbir tanpa ruku dan sujud
  • Bacaan takbir pertama adalah surat Al Fatihah
  • Bacaan takbir kedua shalawat
  • Bacaan takbir ketiga doa untuk jenazah
  • Bacaan takbir keempat doa memohon ampunkan untuk jenazah
  • Salam

Bagi Anda yang akan menshalatkan saudara atau keluarga sendiri, sebaiknya jangan sampai meneteskan air mata. Ini berlaku saat memandikan hingga mengkafani, hal ini akan memberatkan jalannya jenazah kembali pada Allah SWT.

5. Cara Menguburkan Jenazah

Penghormatan terakhir yang diberikan pada jenazah adalah menguburkan. Bagi umat muslim, semua orang yang meninggal harus dikuburkan untuk kembali ke tanah. 

Penguburan ini yang terakhir, memang diharapkan untuk segera dimakamkan namun boleh menunggu kerabat untuk memberikan penghormatan terakhir.

Dalam tata cara penguburan jenazah menggunakan kaidah islam, sebaiknya runtut dan tidak boleh ada yang terlewatkan.

Persiapan sholat jenazah
  • Buat galian lubang untuk jenazah, biasanya 2×1 meter, namun bisa juga disesuaikan dengan ukuran jenazah
  • Buat lubang yang cukup dalam, tujuannya gara tidak tercium aroma pembusukan jenazah dan aromanya tidak memancing hewan untuk memakan bangkai jenazah
  • Letakkan jenazah pada tepi lubang yang menghadap ke kiblat dan miring kan ke arah kanan. Dahulukan bagian kepala hingga seluruh tubuh dimasukkan.
  • Sebelum jenazah ditutup, bacakan doa terlebih dahulu minimal, bismillah.
  • Khusus untuk jenazah perempuan, bisa ditambahkan kain yang dibentangkan dari kepala hingga kaki.
  • Sebaiknya orang yang turun di liang lahat masih saudara, sebaiknya sekufu dan masih saudara. 
  • Tidak disarankan pasangan untuk turun di liang lahat karena bisa membuat jenazah tidak suci lagi.
  • Setelah itu berikan papan kayu untuk menutupinya, sebelum ditimpa oleh tanah.
  • Timbun tanah hingga lubang kembali seperti semula.
  • Sebelum pergi, bacakan doa terakhir pada jenazah.

Sebaiknya Anda memperhatikan secara detail saat pelatihan pengurusan jenazah, sehingga tahu apa yang harus dilakukan pada jenazah laki-laki dan perempuan, pasalnya memiliki perlakuan berbeda. Selain itu, pastikan memperlakukan jenazah dengan lembut seperti halnya orang yang masih hidup.

radenprojosf

Happiness Marketing Of Jaya Madani

Leave a Reply