Pahala Mengantar Jenazah Sampai Liang Lahat

Pahala Mengantar Jenazah Sampai Liang Lahat

Islam adalah agama yang mudah. Dalam keseharian aktiftas ketika didasarkan akan ketaatan kepada Allah Ta’ala maka akan bernilai ibadah dan akan mendapatkan balasan pahala dari Allah Ta’ala. Salah satu amalan yang mudah di lakukan namun tidak semua orang mengetahuinya adalah mencari pahala mengantar jenazah sampai pekuburan.

Selain memandikan jenazah, menyolatkan jenazah atau mengkafaninya, mengantarkan jenazah adalah hal paling sepele. Semua orang tentu mampu untuk melaksanakannya. Namun untuk mendapatkan pahala mengantar jenazah tentu harus di dasarkan dengan ilmu dan tidak dilakukan dengan serampangan.

Adab Mengantarkan Jenazah

Adab dan ilmu memang tidak bisa di pisahkan. Untuk dapat mencerna ilmu dengan baik maka pertama kali yang perlu diketahui adalah adab. Namun adab terkadang bisa diketahui dengan mencari pengetahuan sebelumnya, termasuk adab dalam mengantarkan jenazah. Anda bisa mempelajarinya pada poin berikut ini.

Pahala Mengantar Jenazah
Mengantar jenazah. Sumber AsianMuslim.Com

1. Memelankan Suara

Kebiasaan kaum Nashrani adalah, dimana mereka ketika mengantarkan jenazah dari kaumnya suka meninggikan suaranya saat menyuarakan lagu-lagu dan meratap kesedihan. Dari Qais bin Ubad, ia berkata, ‘Para sahabat Nabi tidak suka mengangkat suaranya ketika mengantarkan jenazah.’ (HR. Baihaqi 4/74). Karena itu ada larangan untuk bersuara keras ketika mengiringi jenazah.

Hal serupa juga di ungkapkan oleh Imam An Nawawi rahimahullahu, beliau berkata, ‘Ketahuilah bahwa pilihan yang benar, yang sesuai dengan contoh para salaf (orang-orang terdahulu), yaitu diam ketika mengantarkan jenazah dan tidak mengangkat suaranya dengan bacaan maupun dzikir.’ (Al Adzkar hal. 203)

Meskipun begitu ketika melakukan pembicaraan dengan sesama pengantar jenazah tetap dibolehkan, namun hanya seperlunya saja dan tidak seperti ngobrol. Berbicara seperlunya saja seperti meminta ganti posisi memanggul pada orang lain, dan tidak meninggikan suara ketika berbicara.

2. Tidak Membawa Api

Pada adat dan budaya di Indonesia sebagian adat tersebut adalah membawa dupa ke pekuburan ketika mengantar jenazah. Namun para ulama bersepakat bahwa jenazah tidak boleh diiringi dengan api dalam tempat dupa, tidak pula lilin atau semisalnya, kecuali jika dibutuhkan untuk penerangan atau yang lainnya.

Para ulama mendasarkan pendapatnya pada hadits Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda :

“Janganlah engkau mengantarkan jenazah dengan suara maupun api.” (HR. Abu Dawud no. 3171, Ahmad 2/471)

Hadits tersebut diperkuat dengan keterangan dari hadits Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa ia berkata ketika ajal akan menjemputnya, ‘Janganlah kalian membuat kemah-kemah, dan jangan pula kalian mengiringi aku dengan asap (dalam riwayat lain ; dengan api).’ (shahih. HR. Ahmad 2/292)

Masyarakat yang masih membawa api atau dupa berargumen bahwa dupa mampu mengusir keberadaan nyamuk yang ada di pekuburan. Karena biasanya kuburan di pedesaan berada jauh dari pemukiman atau malah dekat dengan hutan atau kebun.

3. Tidak Tergesa-gesa Duduk

Dari Abu Sa’id radhiallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

“Jika kalian melihat jenazah (sedang diusung) maka berdirilah, lalu barangsiapa yang mengantarkannya janganlah ia duduk hingga jenazah itu diletakkan.” (HR. Bukhari no. 1310, Muslim no. 959)

Hal ini mengisyaratkan kepada para pengantar jenazah di pekuburan bahwa mereka dihimbau untuk tetap berdiri sampai jenazah benar-benar sudah dimasukkan ke liang lahat dan di kuburkan.

4. Berjalan Bersegera

Ketika menuju pemakaman untuk menagntar jenazah, Nabi Muhammad melakukannya dengan berjalan kaki. Beliau memerintahkan untuk bersegera dalam membawa jenazah. Beliau bersabda: أَ

“Bersegeralah dalam membawa jenazah”.[HR. Al-Bukhâri no.1315].

Bahkan dahulu, mereka berlari-lari kecil dalam membawanya. Berjalan membawa jenazah dengan lambat, satu langkah demi langkah, hal ini tidak sejalan dengan petunjuk Rasulûllâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahkan menyerupai Ahli Kitab dari bangsa Yahudi.

5. Berdiri Ketika Jenazah Lewat

Dari Amir bin Rabi’ah, dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam beliau bersabda ;

“Jika kalian melihat jenazah, maka berdirilah hingga jenazah itu melewati kalian atau diletakkan.” (HR. Bukhari no. 1307 dan Muslim no. 958)

Adab seorang muslim adalah ia harus berdiri ketika melihat setiap jenazah dan iring-irangannya yang melewati dirinya, meskipun jenazah tersebut adalah jenazah non muslim. Hal ini sesuai dengan yang dicontohkan dan diperintahkan oleh Rasulullah

Dari Jabir bin Abdullah radhiallahu ‘anhu, ia berkata,

“Suatu ketika ada jenazah melewati kita, lalu Nabi berdiri dan kitapun ikut berdiri. Kami berkata, ‘Ya Rasulullah, sesungguhnya jenazah itu adalah orang Yahudi.’ Maka Nabi bersabda, ‘Jika kalian melihat jenazah maka berdirilah’.” (HR. Bukhari no. 1311, Muslim no. 960)

Pahala Mengantar Jenazah

Islam mengajarkan kepada umatnya untuk ikhlas dalam mengurus jenazah saudaranya. Selain itu siapa saja yang mengantarkan jenazah maka ia akan mendapatkan pahala sebesar dua qirath. Satu qirath setara dengan besar gunung Uhud.

Pahala Mengantar Jenazah
750Mengantar jenazah ada adabnya. Sumber dutainformasi.com

Dari Abu Hurairah, Rasulullah  bersabda:

“Barangsiapa yang mengiring janazah seoran muslim dengan sebuah keimanan dan mencari ridla Allah, orang itu mengiringi janazah sampai shalat selesai dan sampai usai menguburkannya, ia pulang membawa pahala dua qirath. Setiap qirath itu sama dengan gunung Uhud. Dan barangsiapa yang menshalatinya lalu pulang sebelum dimakamkan, dia pulang dengan membawa satu qirath. (HR Bukhari: 47).

Sungguh amalan mengantar jenazah adalah amalan yang mudah namun pahala mengantar jenazah cukup besar dibanding kemudahan dalam menjalankannya. Apalagi saat ini dengan menggunakan keranda yang ringan akan memudahkan dalam mengusung jenazah. Harga keranda mayat tersebut bervariasi tergantung bahannya. Karena itu bagi masjid atau DKM yang belum memiliki keranda jenazah bisa membuat keranda dengan bahan terbaik dan ringan.

Leave a Reply