Niat Memandikan Jenazah Lengkap dan Tata Caranya

Niat Memandikan Jenazah Lengkap dan Tata Caranya

Memandikan Jenazah perlu pengetahuan dan pemahaman khusus demi menjaga kemuliaan. Begini niat memandikan jenazah lengkap dengan tata cara dan adabnya

niat memandikan jenazah
Source: Pixabay.com

Meninggalnya seseorang tidak hanya meninggalkan kedukaan bagi yang ditinggal, tapi juga tanggung jawab untuk mengurusnya. Karena itu orang-orang di sekitarnya wajib memahami pengurusan jenazah, seperti niat memandikan jenazah dan lain-lainnya.

Hukum Memandikan Jenazah

Pengurusan jenazah mulai dari memandikan, mengkafani, menshalatkan, hingga mengubur merupakan kewajipan. Hukum wajib ini tidak dibebankan kepada setiap orang, melainkan hanya kepada  orang-orang yang berada di sekitarnya.

Jika tidak ada yang mengurus jenazah tersebut, maka setiap orang di area tersebut menanggung dosa. Namun, jika sudah ada yang mengurus, sekalipun hanya beberapa, maka tidak ada dosa atas mereka.

Hukum ini disebut fardhu kifayah.

Jenazah yang Wajib Dimandikan

Meski dihukumi sebagai wajib, tidak semua jenazah atau mayat wajib dimandikan. Ada yang wajib, ada pula yang tidak wajib dan dapat langsung dikubur saja.

Jenazah yang wajib dimandikan adalah yang muslim, karena syariat ini hanya untuk kaum Muslimin. Adapun yang bukan kaum Muslimin maka tidak wajib untuk memandikannya.

Selanjutnya, jenazah tersebut mestilah utuh atau masih berbentuk yang dapat dimandikan. Adapun jenazah yang jasadnya tak lagi utuh, seperti akibat kecelakaan atau bencana, maka tidak wajib dimandikan.

Begitu pula jenazah yang rusak akibat kebakaran. Yang mana jika dimandikan, dikhawatirkan daging dan anggotanya luruh dan rusak, maka tidak wajib dimandikan.

Selanjutnya, yang wajib dimandikan adalah jenazah orang yang bukan meninggal karena pertempuran membela agama Islam.

Jenazah yang Tidak Wajib Dimandikan

Adapun jenazah yang tidak wajib dimandikan ada 3 golongan, yaitu:

  1. Jenazah yang mati dalam pertempuran membela agama Allah (syahid)
  2. Jenazah yang jasadnya tidak lagi berbentuk utuh atau dikhawatirkan tak utuh jika dimandikan. Maka ia langsung dibungkus kafan dan dikuburkan.
  3. Janin yang telah meninggal sejak dalam kandungan. Ketika dikeluarkan maka ia tidak wajib dimandikan.

Bacaan Niat Memandikan Jenazah

Pentingnya niat sebelum mengiringi perbuatan baik tidak diragukan lagi. Sebagaimana dalam hadis yang diriwayatkan dari Bukhari, Muslim, dan 4 Imam Hadis lainnya, bahwa setiap perbuatan itu bergantung niatnya.

Maka dalam memandikan jenazah, niat pun memegang peran penting, yakni sebagai rukun. Yang mana berarti, tanpa niat tersebut, perbuatan memandikan jenazah tidaklah memiliki nilai ibadah.

Niat Memandikan Jenazah Laki-Laki

Islam sangat memuliakan manusia, bahkan setelah manusia tersebut meninggal. Karena itu juga Islam membatasi untuk yang boleh memandikan jenazah laki-laki hanya sebagai berikut.

  1. Pria dari keluarga
  2. Istri
  3. Pria muslim lain tanpa hubungan kekerabatan
  4. Mahram (perempuan dalam keluarga yang dilarang untuk dinikahi)

Adapun bunyi bacaan niat memandikan jenazah laki-laki adalah sebagai berikut.

نويت الغسل عن هذا اميت لله تعالى

Artinya: Saya niat memandikan jenazah (laki-laki) demi Allah yaang maha tinggi.

Niat Memandikan Jenazah Perempuan

Jenazah perempuan mendapatkan kemuliaan yang sama dengan jenazah laki-laki. Bahkan, untuk pengurusan jenazah perempuan ada keistimewaaan seperti pada saat menshalatkan dan mengkafani.

Untuk orang yang memandikan jenazah perempuan, Islam membatasi hanya kepada golongan berikut.

  1. Suami
  2. Perempuan dari keluarga (saudari)
  3. Perempuan lain yang tidak memiliki hubungan kerabat.
  4. Mahram (laki-laki dalam keluarga yang dilarang menikahi)

Adapun bunyi bacaan niat memandikan jenazah perempuan adalah sebagai berikut.

نويت الغسل عن هذه الميتة لله تعالى

Artinya: saya niat memandikan jenazah (perempuan) demi Allah yang maha tinggi.

Catatan: golongan yang boleh memandikan di atas juga merupakan urutan orang yang memiliki hak untuk itu. Dengan kata lain, jika nomor 1 tidak ada atau berhalangan, baru nomor 2, dan seterusnya.

Selain itu, bagi orang yang hendak memandikan jenazah, ada syarat sah yang wajib dipenuhi.

  1. Muslim
  2. Akil baligh
  3. Memiliki niat serta sanggup, siap, dan mampu untuk memandikan jenazah
  4. Paham tata cara memandikan jenazah, baik persiapan, proses, dan adab-adabnya
  5. Amanah dan mampu menjaga rahasia atau aib jenazah

Niat Memandikan Jenazah Bayi dan Anak-Anak

Bayi atau anak-anak yang meninggal, memiliki hak untuk diurus sebagaimana pengurusan orang dewasa. Kecuali bagi bayi yang ketika dilahirkan sudah dalam keadaan meninggal, maka tak wajib untuk dimandikan.

Adapun bacaan niat memandikan jenazah bayi dan anak-anak memiliki sedikit perbedaan.

Niat untuk memandikan mayat bayi atau anak laki-laki sebagai berikut.

نويت الغسل عن هذا الميت الطفل لله تعالى

Artinya: saya niat memandikan jenazah bayi (laki-laki) ini demi Allah yang maha tinggi

Sedangkan niat untuk memandikan jenazah bayi atau anak perempuan sebagai berikut.

نويت الغسل عن هذه الميتة الطفلة لله تعالى

Artinya: saya niat memandikan jenazah bayi (perempuan) demi Allah yang maha tinggi.

Tata Cara Memandikan Jenazah

Sebagai penyempurna dalam memuliakan manusia, Islam mengatur tata cara memandikan jenazah dengan baik. Untuk itu ada proses-proses yang harus dilakukan sebagai bentuk penghormatan dalam pemusaran.

Persiapan Memandikan Jenazah

Sebelum memulai memandikan, ada persiapan yang harus dilakukan oleh yang hendak memandikan. Persiapan ini meliputi tempat dan peralatan.

Berkaitan dengan tempat, hendaknya proses ini tidak dilakukan di ruangan kamar mandi yang sempit. Karena akan membutuhkan minimal 3-5 orang untuk proses memandikan nanti.

Jika tidak ada ruangan khusus, dapat membuat kamar bilas sementara yang agak besar tanpa atap, dengan sekat pembatas di sekitarnya.

Selain ruangan, perlu disiapkan juga alat dan bahan untuk proses tersebut? Apa saja bahan dan peralatan yang dibutuhkan untuk memandikan jenazah?

  1. Alat meja tatakan tempat memandikan jenazah
  2. Air bersih
  3. Kain sebagai penutup tubuh jenazah
  4. Sarung tangan dan masker
  5. Spons atau kain untuk menggosok tubuh jenazah
  6. Potongan kain untuk mengikat dagu jenazah
  7. Sabun mandi
  8. Wewangian (bidara, kapur barus, dan lainnya – utamakan yang lebih mudah didapat)
  9. Gayung
  10. Ember untuk air kapur barus dan air bersih biasa.
  11.  Handuk
  12.  Gunting dan gunting kuku
  13.  Plester dan kapas
  14.  Kain kafan

Proses Memandikan Jenazah

Niat Memandikan Jenazah
Memandikan jenazah. Sumber ruangmuslimah.co

Sebelum memulai proses memandikan jenazah, pastikan ruangan berada di tempat tertutup atau bersekat. Batasi hanya beberapa orang di dalam yang memang memiliki hak, niat, dan mampu untuk memandikan.

Adapun langkah-langkah atau cara dalam memandikan jenazah adalah sebagai berikut.

  1. Sebelum menyentuh mayat, hendaknya orang yang akan memandikan menggunakan sarung tangan dan masker terlebih dahulu.
  2. Bawa masuk mayat dan baringkan di atas meja atau dipan dengan posisi kepala lebih tinggi. Beri bantalan kepala bila perlu.
  3. Berniat untuk memandikan jenazah. Boleh secara sirr (dalam hati) ataupun jahar (diucapkan hingga terdengar)
  4. Potong kuku jenazah menggunakan gunting kuku jika kukunya panjang. Lakukan dengan lembut dan penuh kehati-hatian.
  5. Lepaskan pakaian jenazah. Jika merasa kesulitan, potong saja dengan menggunakan gunting.
  6. Tutup aurat jenazah dengan selembar kain basahan. Pada bagian tubuh tertentu, mandikan dan gosok dari balik kain tersebut.
  7. Bersihkan bagian-bagian berikut terlebih dahulu dengan cara menggosok lembut menggunakan spons atau kain, yaitu: rambut, gigi, lubang hidung, lubang telinga, ketiak, sela-sela jari tangan dan jari kaki. 

Untuk bagian rambut, upayakan untuk mengeramasinya dengan daun bidara.

  1. Tekan bagian perut dan urut secara lembut dari atas ke bawah agar kotoran keluar dari depan maupun belakang. Bilas dengan air bersih.
  2. Siram sekujur tubuh jenazah dengan air bersih dari ujung kepala sampai ujung kaki. 

Usahakan untuk menyiram bagian kanan terlebih dahulu, dilanjutkan dengan bagian kiri.

  1. Miringkan jenazah menghadap ke kiri untuk membasuh bagian belakang kanannya. Dan sebaliknya, miringkan menghadap ke kanan untuk membasuh bagian kirinya.
  2. Ketika mengubah posisi jenazah, pastikan memperlakukannya dengan lembut dan tidak tergesa-gesa.
  3. Siram lagi sekujur tubuh jenazah dengan air bersih dan sempurnakan dengan air kapur barus.
  4. Wudhukan seperti wudhunya orang yang akan solat (tanpa membersihkan lubang hidung dan berkumur)
  5. Keringkan tubuh jenazah menggunakan handuk. Ikat dagunya jika mulut jenazah terbuka.
  6. Tutup lubang-lubang di tubuh jenazah menggunakan kapas. Jika ada luka, dapat ditutup menggunakan plester.
  7. Berikan wewangian kepada jenazah, usahakan yang tidak mengandung alkohol.
  8. Bungkus jenazah dengan menggunakan kain kafan sebagaimana yang telah disyariatkan. Laki-laki dengan 2 potong, dan perempuan dengan 3 potong kain.

Nah, demikian niat memandikan jenazah dan proses atau tata cara menjalankannya. Selanjutnya, jenazah perlu dishalatkan dan segera dikebumikan.

Syauqi Muhammad Najmi

Adalah seorang penulis di Rajane Keranda. Lulusan pondok yang terjun ke dunia digital marketing dan ingin membuktikan bahwa santri bisa jadi apapun. Yang terpenting jangan lupa berdakwah !

Leave a Reply