Inilah Tips Merawat Kain Beludru Hijau Penutup Keranda!

Sudah pernah melihat kain berwarna hijau yang digunakan untuk penutup keranda? Yaps, sesuai dengan dugaan Anda jenis kain hijau dari penutup keranda tersebut merupakan kain dari bahan beludru. Seperti yang telah kita ketahui bahwa kain beludru memiliki tekstur yang sedikit berbulu. Sehingga dalam perawatannya tidak boleh sembarangan, agar bulu-bulu tersebut tidak rontok.

Kain beludru terbuat dari berbagai jenis bahan, diantaran adalah bahan sutra, rayon, hingga bahan katun. Tampilan dari kain beludru ini tampak mewah dan menawan, sehingga banyak digunakan dalam industri fashion walaupun harganya terbilang cukup mahal. Namun seiring berkembangnya zaman, kain beludru juga digunakan sebagai penutup keranda jenazah.

Walaupun terkesan seram karena berhubungan dengan mayat, namun kelebihan dari kain beludru ini dapat dimanfaatkan untuk menutupi jenazah pada saat diletakkan di keranda. Biasanya kain beludru berwarna hijau dipadu padankan dengan keranda jenazah stainless. Jika Anda menanyakan berapa harga keranda mayat stainless, maka bisa menghubungi kami untuk informasi lebih lanjutnya.

Ilustrasi kain beludru hijau, Sumber : id.depositphotos.com
Ilustrasi kain beludru hijau, Sumber : id.depositphotos.com

Balik lagi mengenai kain penutup keranda ini, kain beludru memiliki kelebihan dari sifat bahannya yang tebal dan memiliki bobot yang berat. Kain beludru hijau ini dipilih untuk menjadi bahan penutup keranda karena pada saat digunakan tidak mudah tertiup angin. Hal tersebut diakibatkan bahannya yang tebal dan berat, sehingga jenazah yang didalamnya tidak terekspos.

Permukaan dari kain beludru ini juga halus karena terdapat bulu-bulu di dalamnya. Oleh sebab itu cara perawatan dari bahan beludru juga tidak boleh sembarangan, tujuannya agar bulu-bulu halus yang ada dipermukaan kain tidak rusak atau rontok. Jika bulu-bulu tersebut rusak, tentu saja akan merusaka keindahan dari tampilannya.

Tips Merawat Kain Penutup Keranda dari Beludru

Walaupun kain ini digunakan untuk menutupi keranda bagi orang yang sudah meninggal, namun tidak ada salahnya untuk memberikan yang terbaik hingga saat terakhir sebelum dikuburkan. Maka dari itu, menggunakan kain penutup beludru yang cantik dan berkualitas merupakan langkah yang digunakan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada orang yang sudah meninggal.

1. Mengecek Noda atau Kotoran yang Menempel

Langkah pertaman dalam perawatan kain penutup keranda dari bahan beludru hijau ini adalah mengecek permukaannya. Ceklah secara menyeluruh pada permukaan kain apakah terdapat noda atau kotoran yang menempel atau tidak. Jika dirasa hanya ada kotoran atau debu-debu halus yang menempel maka tidak perlu dicuci, cukup dibersihkan menggunakan kain lap kering atau penyedot debu.

Biasanya debu-debu atau kotoran halus lebih mudah menempel, pada saat kain penutup digunakan maupun pada saat disimpan. Agar tidak terdapat noda membandel akibat debu-debu yang menempel tidak segera dibersihkan, maka lebih baik mengeceknya secara rutin.

2. Membersihkan Kain Penutup Keranda yang Kotor

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya jika di permukaan kain terdapat debu-debu halus yang menempel, maka hanya perlu membersihkannya menggunakan penyedot debu atau vacuum cleaner. Namun jika dirasa terdapat noda yang membandel maka Anda bisa menyikatnya dengan sikat yang lembut dan dilakukan dengan hati-hati.

Agar bulu-bulu halus yang ada dipermukaan kain tidak rontok dan rusak. Jika Anda menyikatnya dengan kuat, maka bisa mengakibatkan permukaan kain rusak. Maka dari itu diperlukan sikat yang lembut dan menyikat secara perlahan.

Kain penutup keranda, Sumber : kerandajenazahstainless.com
Kain penutup keranda, Sumber : kerandajenazahstainless.com

3. Menyemprotkan Sabun atau Cairan Pembersih

Anda bisa menggunakan botol semprotan untuk membantu menyemprotkan sabun atau cairan pmbersih pada permukaan kain yang kotor. Semprotkan secara perlahan, namun tidak sampai kain basah kuyup ya. Cukup hingga permukaan kain lembab saja, setelah itu Anda bisa mulai menyikat atau menggosoknya secara perlahan pada permukaan yang terdapat noda membandelnya.

4. Membersihkan Sabun

Setelah Anda selesai menghilangkan noda yang menempel tersebut, sekarang giliran untuk membersihkan cairan sabun yang menempel dipermukaan kain. Anda bisa menggunakan kain lap kering, namun tetap dipastikan bahwa kain tersebut memiliki bahan yang lembut ya. Bersihkan hingga cairan sabun tidak menempel pada permukaan kain penutup keranda.

5. Jemur Kain Penutup Keranda

Langkah selanjutnya adalah menjemur kain penutup keranda. Perlu Anda ketahui, bahwa saat mencuci kain penutup keranda dengan bahan beludru hijau ini tidak disarankan menggunakan mesin cuci. Jadi Anda membersihkannya dengan cara manual yaitu dengan menggunakan tangan. Begitu pula saat mengeringkannya, tidak disarankan menggunakan pengering yang bersuhu tinggi.

Suhu tinggi yang terdapat pada pengering dapat merusak tekstur kain. Pada saat menjemur kain ini juga tidak disarankan meletakkan pada satu garis, karena bisa menimbulkan bekas garis di permukaan. Jadi lebih baiknya menjemur kain ini dengan cara digantung pada gantungan yang memiliki permukaan empuk.

6. Simpan dengan Digantung

Sama seperti pada saat menjemur, setelah selesain dijemurpun hindari menyimpan kain beludru dengan cara dilipat dan ditumpuk. Karena akan berakibat pada terdapatnya garis lipatan, sehingga disarankan untuk menyimpannya dengan cara digantung seperti pada saat menjemurnya.

Pengaplikasiaan kain penutup di keranda jenazah, Sumber : kerandajenazahstainless.com
Pengaplikasiaan kain penutup di keranda jenazah, Sumber : kerandajenazahstainless.com

Kerandajenazahstainless.com merupakan jenis website yang digunakan untuk memberikan informasi terkait berbagai produk yang ditawarkan oleh Rajane. Rajane merupakan salah satu produsen keranda mayat, tempat pemandian jenazah serta berbagai alat untuk mengurus jenazah yang ada di Indonesia.

Untuk informasi dan detail lebih lanjutnya mengenai berbagai alat untuk mengurus jenazah, Anda bisa menghubungi kami melalui kontak yang tertera di laman website kami. Jangan lupa untuk mengikuti informasi menarik lainnya hanya di laman website kami ini. Terima kasih telah menyimak artikel di atas, semoga dapat menambah wawasan Anda seputar merawat kain beludru hijau.

Leave a Reply