Tata Cara Memandikan Jenazah & Hukum Melaksanakan Pengurusan Jenazah

Tata Cara Memandikan Jenazah & Hukum Melaksanakan Pengurusan Jenazah

Penting sekali memahami cara melaksanakan pengurusan jenazah. apalagi untuk memandikan, dimana jenazah pria dan wanita akan mendapatkan perlakuan berbeda.

melaksanakan pengurusan jenazah
source: freepik.com

Kematian akan datang pada siap saja, bagi umat muslim wajib hukumnya melaksanakan pengurusan jenazah sekalipun tidak mengenainya. Sesama muslim diwajibkan untuk mengurus jenazah, sekalipun tidak mengenal atau bukan saudaranya.

Pengurusan jenazah ini di mulai dari memandikan terlebih dahulu. Akan  tetapi, apakah semua jenazah boleh dimandikan? 

Apakah cara memandikan jenazah pria dan wanita itu sama. Semua itu sudah aturan dan akidahnya bagi umat muslim.

Hukum Melaksanakan Pengurusan Jenazah

Apa hukum mengurus jenazah? 

Bagi umat muslim, fardu kifayah hukumnya pengurusan jenazah sesama muslim, bahkan untuk jenazah yang tidak dikenal sebelumnya.

Khusus untuk mengurus jenazah, jika sudah ada yang mengurusnya maka kewajiban ini gugur. Tapi jika jenazah tersebut tidak ada yang mengurus, maka yang mengetahui dan mengabaikan akan mendapatkan dosa. Itulah kenapa, jenazah harus segera di urus sebelum mengeluarkan bau tak sedap.

Dalam mengurus jenazah sebelum dimakamkan, ada 4 hal yang harus dilakukan kaum muslim pada jenazah.

1. Memandikan Jenazah

Ini dilakukan untuk membersihkan dari kotoran dan menyucikan. Bahkan untuk jenazah harus dimandikan yang sekufu dan mahramnya. Dimana diberikan perlakukan berbeda untuk jenazah pria dan wanita.

2. Mengkafani Jenazah

Setelah dimandikan, jenazah akan dikafani secara langsung. Cara mengkafani jenazah harus sesuai ketentuan dan jenis kelamin. Jenazah laki-laki hanya akan menggunakan kain kafan warna putih 3 lapis, sedangkan jenazah perempuan kain kafan 5 lapis dan tambahan sarung.

3. Menshalatkan Jenazah

Jenazah sudah bersih, wangi dan suci. Maka harus segera di shalatnya, biasanya menyolatkan jenazah pertama kali diberikan pada keluarga. Shalat jenazah tidak mengenal ruku’ dan sujud, hanya ada 4 kali takbir dan salam.

4. Menguburkan Jenazah

Ada baiknya untuk segera menguburkan jenazah, setelah bersih dan suci. Namun diperbolehkan untuk menunggu hingga semua keluarga memberikan penghormatan terakhir, penguburan jenazah juga dilakukan sekufu dan hanya mahramnya saja.

Hukum Memandikan Jenazah

Langkah pertama dalam mengurus jenazah adalah memandikan. Hukum memandikan jenazah adalah fardhu kifayah, semua jenazah harus dimandikan kecuali beberapa kriteria khusus. Kenapa jenazah harus dimandikan? 

Menurut kaidah islam, jenazah harus kembali dalam kondisi bersih dan suci.

Seperti apa kriteria jenazah yang wajib di urus, harus sesama muslim dan menggunakan akidah islam untuk memandikan jenazah. Dimana pengurusan jenazah jadi kewajiban semua muslim yang mengetahuinya. 

Bagaimana jika acuh? Maka semua orang akan mendapat dosa jika mengabaikan jenazah.

Ketentuan yang Boleh Memandikan Jenazah

Sebelum jenazah dimandikan, ada beberapa ketentuan memandikan jenazah. Inilah yang jadi syarat bagi Anda yang ingin memandikan jenazah, meskipun sesama muslim diperbolehkan namun ada aturan khusus. 

Pasalnya jenazah pria dan wanita akan mendapatkan perlakukan berbeda.

  • Orang yang memandikan jenazah tahu fiqih, ketentuan islam dan cara mengurus jenazah, baik pria maupun wanita.
  • Jenazah pria hanya boleh dimandikan oleh pria, sekufunya dan mahramnya. Sebaliknya, untuk jenazah wanita hanya boleh dimandikan oleh wanita, sekufunya dan mahramnya.
  • Suami diperbolehkan memandikan istrinya dan sebaliknya, istri diperbolehkan memandikan suaminya.
  • Khusus untuk anak-anak di bawah 7 tahun, boleh dimandikan pria atau wanita, bahkan bukan sekufu atau mahramnya.

Peralatan Untuk Memandikan Jenazah

Tata cara mengurus jenazah selanjutnya, Anda harus mempersiapkan apa saja yang dibutuhkan saat akan memandikan jenazah. 

Jangan mandikan jenazah di tempat terbuka dan bisa dilihat banyak orang, ini akan membuat jenazah dan keluarga malu. Persiapkan beberapa hal berikut ini sebelum memandikan jenazah

  • Tempat pemandian jenazah dan sebisa mungkin harus tertutup, minimal gunakan kain dengan ketinggian satu meter atau lebih. Bahkan jika bisa diruang tertutup saja dengan Tenda Pemandian Jenazah buatan RAJANE. Jenazah harus diperlakukan dengan baik untuk menjaga kehormatannya.
  • Sediakan dan gunakan air secukupnya
  • Boleh menggunakan sabun mandi, shampo hingga wewangian saat memandikan jenazah
  • Anda yang ingin memandikan jenazah, harus menggunakan sarung tangan
  • Siapkan potongan kain atau handuk kecil
  • Siapkan kain basahan untuk menutup aurat jenazah
  • Siapkan handuk untuk mengeringkan jenazah

Kriteria Jenazah yang Boleh dan Tidak Boleh Dimandikan

Dalam islam terdapat ketentuan jenazah yang tidak dimandikan saat dikuburkan, kenapa bisa? 

Ada beberapa penyebabnya. Namun kebanyakan jenazah harus dimandikan sebelum dimakamkan. Berikut ini kriteria jenazah yang diperbolehkan dimandikan

  • Muslim dan Muslimah
  • Jenazah masih memiliki tubuh, sekalipun terkadang ada yang tidak lengkap
  • Sebab kematian jelas dan bukan karena mati syahid 
  • Tidak meninggal dalam kandungan atau keguguran (bayi)

Kriteria jenazah yang tidak boleh dimandikan hanya ada 2 kategori, keduanya bahkan suci dikuburkan dalam kondisi apapun bahkan tanpa perlu dishalati.  Bisa langsung dimakamkan secara langsung dan hanya perlu ditutup dengan kain kafan atau kain berwarna putih saja.

  • Meninggal Mati Syahid

Jika dahulu jenazah ini akibat berperang melawan kaum kafir, namun kini jenazah mati syahid bisa karena menunaikan tugas sebagai muslim, membela agama islam atau sedang menjalankan tugas sebagai muslim untuk agama islam

  • Meninggal Saat Bayi

Jenazah dalam bentuk bayi yang meninggal dalam kandungan atau persalinan, bisa jadi meninggal karena usia atau digugurkan. Tidak boleh dimandikan hingga dishalatnya, cukup dikafani saja dan bisa langsung dikuburkan.

Melaksanakan Pengurusan Jenazah
Memandikan Jenazah. Sumber wajibbaca.com

Tata Cara Memandikan Jenazah

Jika jenazah masuk dalam kategori bisa dimandikan, dapat ijin dari keluarga. Bisa jadi jenazah sudah dimandikan di tempat lain seperti di rumah sakit. Berikut ini tata cara memandikan jenazah, baik untuk pria dan wanita.

  • Semua orang yang akan memandikan jenazah harus membaca doa memandikan jenazah terlebih dahulu. 

Anda harus ketahui, apakah akan memandikan jenazah pria atau wanita, pasalnya memiliki doa berbeda.

  • Jenazah bisa dimandikan di meja, bangku atau dibangku oleh yang memandikan jenazah.
  • Tutup bagian aurat dengan menggunakan kain basah atau sarung, memandikan jenazah bukan berarti mempertontonkan aurat.
  • Pastikan bagian kepala berada lebih tinggi dari bagian tubuh lainnya. 

Air harus mengalir dari bagian atas, sebaiknya alirkan air dari kepala agar air tidak masuk dalam lubang yang ada di kepala.

  • Bersihkan area kepala terlebih dahulu. Bersihkan area mulut, gosok giginya, bersihkan area hidung, lubang telinga dan area basuh area wajah. Setelah itu baru memandikan area badan.
  • Cara menyiramkan air, dahulukan pada area kanan baru ke arah kiri.
  • Bersihkan terlebih dahulu area kanan jenazah, baru di bagian kiri
  • Miringkan jenazah agar lebih mudah dibersihkan, pastikan dilakukan secara perlahan seperti jiwa yang masih bernyawa. Karena jenazah juga bisa merasakan sakit jika diperlakukan tidak baik.
  • Memandikan jenazah dengan sabun, bisa menggunakan shampo jika area rambut panjang.
  • Khusus untuk jenazah yang mengeluarkan aroma tak sedap, akibat kecelakaan atau sakit, bisa ditambahkan wewangian namun tidak boleh mengandung alkohol (parfum murni).
  • Disunahkan membasuh jenazah 3 kali (tergantung situasi dan kondisi)
  • Keringkan jenazah dengan handuk secara perlahan, jangan kasar dan menggosok terlalu keras.
  • Bisa menambahkan wewangian pada jenazah, bahkan agar tidak terlihat menakutkan bisa mempercantik jenazah dengan makeup, tapi secukupnya saja dan tidak boleh berlebihan.

Setelah itu kafani jenazah, sebaiknya mengkafani di tempat memandikan dengan cara mengeringkan bangku atau meja yang digunakan untuk pemandian. Hal ini supaya saat jenazah diangkat tidak dalam kondisi telanjang dan sudah siap dishalatkan.

Penting sekali untuk segera melaksanakan pengurusan jenazah sekalipun yang meninggal bukan saudara atau kenalan Anda. Jangan menunggu hingga keluarga berkumpul, sebaiknya segera urus jenazah. 

Minimal harus dimandikan terlebih dahulu, sehingga jenazah bisa mendapatkan perhormatan untuk pelayat yang mulai berdatangan.

Syauqi Muhammad Najmi

Adalah seorang penulis di Rajane Keranda. Lulusan pondok yang terjun ke dunia digital marketing dan ingin membuktikan bahwa santri bisa jadi apapun. Yang terpenting jangan lupa berdakwah !

Leave a Reply