Jenis Kain Kafan Sebagai Pembungkus Jenazah

Jenis Kain Kafan – Banyak berbagai macam kain yang mempunyai fungsi berbeda-beda sesuai dengan spesifikasinya masing-masing. Misalnya kain dapat digunakan sebagai bahan pembuatan baju gamis, jilbab, untuk baju batik, hingga kain yang digunakan untuk mengkafani jenazah.

Selanjutnya artikel ini akan membahas fungsi lain dari kain mori selain digunakan sebagai bahan dasar fashion. Banyak berbagai merk yang beredar di masyarakat untuk jenis kain kafan, namun semua jenis kain kafan berwarna putih. 

Kain kafan atau bisa disebut kain mori merupakan salah satu jenis kain blacu yang sudah mengalami proses pengkanjian sehingga menghasilkan kain yang lebih kaku dan mudah kusut, tetapi kain kafan ini memiliki tekstur yang lebih lembut daripada kain blacu.

Ilustrasi Memandikan Jenazah
Ilustrasi Memandikan Jenazah , Sumber : ruangmuslimah.co

Kain yang dikenal dengan nama kain kaci ini mencakup semua jenis kain blacu yang membedakan adalah dalam proses pengkanjian saja. Untuk materialnya kain kafan terbuat dari beberapa jenis seperti polyester, poly PE, poly TC, TC-TC, dan katun.

Semua jenis kain memiliki sifat tersendiri untuk memudahkan orang dalam membedakan kain yang satu dengan lainnya, begitu pula dengan kain kafan atau kain mori. Nah, berikut ini sedikit poin mengenai sifat dari kain kafan yang harus diketahui, di antaranya:

1. Kain kafan mempunyai warna yang putih

2. Kain kafan bersifat kaku

3. Mempunyai tekstur yang halus

4. Kain kafan mudah kusut

5. Kain kafan akan lebih licin apabila direndam ke dalam air dengan waktu yang sebentar

Hukum Mengkafani Jenazah

Hukum mengkafani jenazah adalah fardhu kifayah termasuk dalam mengurus jenazah sampai pemakaman. Mengkafani berarti membungkus mayat dengan selembar kain atau lebih yang biasanya berwarna putih, setelah mayat selesai dimandikan dan sebelum dikubur dengan menggunakan keranda mayat menuju lokasi pemakaman jenazah.

Untuk harga keranda mayat umumnya berbeda-beda karena tergantung pada bahan yang digunakan untuk membuat keranda tersebut. Di Indonesia penggunaan kain kafan atau kain mori untuk pembungkus jenazah biasanya menggunakan warna putih. Hal ini untuk kepentingan kesucian dari jenazah tersebut.

Ilustrasi Hukum Menutup Keranda
Ilustrasi Hukum Menutup Keranda, Sumber : simomot.com

Tidak dianjurkan menggunakan kain kafan selain warna putih. Mengkafani jenazah dengan kain putih hukumnya adalah sunah atau tidak wajib. Anjuran untuk menggunakan kain berwarna putih sebagaimana terdapat dalam hadis riwayat Imam Tirmidzi dari Ibnu Abbas, ia berkata bahwa Nabi Saw. bersabda yang artinya:

‘’Hendaklah kalian berpakaian putih, sebab kain putih itu sebaik-baik pakaian bagi kalian. Dan bungkuslah di dalam pakaian putih itu orang-orang meninggal di antara kalian.’’

Tetapi membungkus jenazah menggunakan kain kafan dengan warna lain dibolehkan, hanya saja tidak dianjurkan. Bahkan boleh juga membungkus jenazah dengan pakaian biasa yang digunakan dalam kesehariannya, namun dengan syarat menutup aurat jenazah. Hal ini sebagaimana telah dijelaskan oleh Imam Nawawi dalam kitabnya Al Majmu berikut yang artinya:

‘’Ulama kami (ulama syafi’iyah semoga Allah merahmati mereka) berkata: Boleh membungkus setiap orang (jenazah) dengan pakaian yang boleh dipakai sewaktu masih hidup mulai dari kain katun, wol, kain dari bulu unta dan lain sebagainya.’’

Dengan itu membungkus jenazah tidak harus menggunakan kain kafan berwarna putih, namun boleh dengan kain yang lain dan warna yang lain juga. Hanya saja yang dianjurkan oleh Nabi Saw adalah membungkus jenazah dengan kain kafan berwarna putih.

Seorang Muslim yang meninggal dunia mempunyai hak yang harus ditunaikan oleh kaum Muslimin yang masih hidup. Kewajiban tersebut hukumnya fardhu kifayah, apabila sudah ditunaikan oleh sekelompok orang, maka gugurlah kewajiban dari yang lain. Kewajiban yang dimaksud adalah memandikan jenazah, mengkafani, menshalatkan, dan menguburkannya.

Namun, terdapat beberapa perbedaan dalam perlakuan atau mengurusi jenazah yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Untuk cara mengkafani jenazah berkelamin laki-laki membungkus dengan kain kafan tiga lembar sedangkan jenazah perempuan dengan menggunakan lima lembar kain kafan.

Dalam mengkafani jenazah sebaiknya dilakukan oleh ahli waris. Tetapi jika tidak bisa atau berhalangan dapat dibebankan kepada orang lain atau yang bekerja khusus untuk mengkafani jenazah yang biasa dikenal dengan sebutan lebe atau modin.

Jenis Kain Kafan

Ilustrasi Jenis Kain Kafan
Ilustrasi Jenis Kain Kafan, Sumber : Republika

Banyak berbagai merk yang beredar di masyarakat untuk jenis kain kafan, namun semua kain putihan disebut juga kain mori, baik itu yang terbuat dari material katun, polyester ataupun campuran dari katun dan polyester.

1. Cap Camel

Kain ini merupakan jenis kain pembungkus yang tergolong paling murah dibandingkan dengan jenis lainnya. Kain cap camel ini terbuat dari material polyester. Selain digunakan untuk kain kafan, kain ini juga sering digunakan untuk pembuatan saku celana, bahan souvenir dan berbagai kebutuhan kain untuk home decor.

Baca juga : Cara Menguburkan Jenazah

2. Cap Naga

Jenis kain ini merupakan kain kafan yang terbuat dari material rayon dan polyester. Kain ini memiliki karakteristik tidak berbulu, sedikit kaku, halus, menerawang, mampu dirobek dengan tangan, kurang maksimal menyerap air.

3. Katun Phoenix

Jenis kain dengan material 100% katun yang dibuat dari kain blacu dan mengalami proses finishing supaya menghasilkan kain yang lembut dan putih. Kain ini mempunyai ketebalan, kehalusan dan kerapatan kain yang pas.

Demikian ulasan mengenai beberapa jenis kain kafan atau kain mori yang berfungsi sebagai kain untuk membungkus jenazah. Mudah-mudahan ketika kita meninggal dunia termasuk husnul khatimah. Aamiin. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda. Simak artikel bermanfaat lainnya seputar keranda dan pengurusan jenazah di sini.

Leave a Reply