Tata Cara dan Hukum Pengurusan Jenazah

Tata Cara dan Hukum Pengurusan Jenazah

Hukum pengurusan jenazah adalah fardu kifayah. Dalam mengurus jenazah, tentu kita harus melakukannya sesuai dengan ajaran agama islam dan sunnah Nabi.

hukum pengurusan jenazah
Source: unsplash.com

Sebagai umat Islam, hukum pengurusan jenazah ini bersifat wajib. Oleh karena itu, dalam melakukan pengurusan jenazah, umat muslim harus mengetahui berbagai tata cara mengurus jenazah. Mulai dari memandikan, mengafani, menyolatkan, hingga proses penguburan jenazah.

Pengurus jenazah bersifat kolektif atau bersama-sama. Dalam hal ini, mengurus jenazah seseorang yang sudah meninggal merupakan tanggung jawab orang-orang di sekitarnya. Baik itu seluruh tetangga, atau sebagian dari tetangga.

Hukum Pengurusan Jenazah

Dalam islam, hukum mengurus jenazah, mulai dari memandikan hingga menguburkan adalah fardu kifayah. Apa itu fardu kifayah? 

Fardu kifayah berarti kegiatan tersebut wajib untuk dilakukan oleh semua umat Islam. Hanya saja, jika sudah ada yang melakukan kegiatan tersebut, sudah gugurlah kewajiban umat muslim yang lainnya. 

Mengingat hukum mengurus jenazah fardhu kifayah, tentu kita harus mengetahui tata cara melaksanakan pengurusan jenazah, mulai dari memandikan hingga menguburkan. 

Nah, pada ulasan selanjutnya akan dijelaskan mengenai tata cara mengurus jenazah sesuai dengan ketentuan ajaran agama Islam.

Tata Cara Memandikan Jenazah

Hal pertama yang harus Anda lakukan saat mengurus jenazah yaitu memandikan. Berikut adalah tata cara memandikan jenazah yang benar berdasarkan pada ajaran agama Islam dan sunnah oleh Nabi Muhammad SAW.

  1. Bagi yang akan memandikan jenazah, ada baiknya jika mengenakan sarung tangan terlebih dahulu
  2. Berikutnya, perhatikan peletakan posisi jenazah saat diletakkan di atas tempat pemandian jenazah, di mana posisi kepala lebih tinggi dibandingkan posisi badan
  3. Ambil kain yang sebelumnya digunakan untuk menutupi jenazah dan ganti dengan kain basahan yang ukurannya bisa menutup aurat
  4. Jika dipastikan aurat sudah tertutup, barulah setelah itu prosesi memandikan jenazah bisa dilakukan. 
  5. Pada saat memandikan, pertama-tama yang harus Anda lakukan adalah membersihkan gigi jenazah
  6. Kemudian, bersihkan hidung dan telinga, tak ketinggalan dengan celah ketiak dan celah jari-jari tangan. 
  7. Dilanjutkan dengan membersihkan bagian tubuh lainnya, mulai dari ujung kepala hingga ke ujung kaki, tak terkecuali pada bagian dubur dan qubul
  8. Basuh jenazah dengan air sabun, lalu bilas dengan menggunakan air bersih sambil mengucapkan niat sesuai dengan jenis kelamin jenazah. Antara jenazah laki-laki dan perempuan terdapat perbedaan dalam bacaan niatnyaBasuh jenazah mulai dari kepala hingga ujung kaki menggunakan air bersih bagian kanan dan kiri masing-masing tiga kali
  9. Miringkan jenazah ke kiri dan bersihkan punggung bagian kanan dan sebaliknya
  10. Setelah selesai, jenazah dapat disiram lagi menggunakan air bersih mulai dari kepala sampai ujung kaki dan dilanjutkan dengan membasuhnya menggunakan air kapur barus
  11. Kemudian, jenazah diwudhukan seperti akan sholat
  12. Selanjutnya, tubuh jenazah dikeringkan menggunakan handuk kering agar nantinya jangan sampai membasahi kain kafan.
  13. Setelah semuanya selesai, jenazah hendaknya diberi wangi-wangian yang tidak mengandung alkohol atau dengan menggunakan air kapur barus

Saat memandikan jenazah, hendaknya yang memandikan memperlakukan jenazah dengan lembut saat membalik dan menggosok tubuhnya. Selain itu, orang yang memandikan juga wajib membersihkan kotoran si jenazah dengan menekan perut jenazah secara perlahan sampai kotoran sisa pencernaan keluar.

Apabila setelah dimandikan dari jenazah keluar najis , maka najis tersebut harus dibuang dan jenazah harus dimandikan ulang. Namun, apabila jenazah mengeluarkan najis saat dikafani, maka najis tersebut hanya perlu dibersihkan, tetapi tidak perlu dimandikan ulang.

Tata Cara Mengkafani Jenazah

Setelah selesai memandikan, tata cara mengurus jenazah selanjutnya adalah mengkafani. Dalam praktiknya, ada beberapa pembeda antara proses pengkafanan jenazah laki-laki dan perempuan. 

Untuk jenazah laki-laki

Pada jenazah laki-laki, hal pertama yang harus dilakukan pengurus jenazah yaitu menyiapkan tali pengikat dan diletakkan secara vertikal dibawah kafan lapis pertama. Selanjutnya, kain kafan lapis pertama, kedua, dan ketiga yang sudah diberi wewangian dibentangkan.

Setelah siap, jenazah diletakkan di tengah-tengah kain kafan secara vertikal sesuai panjang kain kafan dan menutup kain satu per satu mulai dari atas. Dahulukan bagian kiri kain terlebih dahulu dan dilanjutkan dengan bagian kanan. Setelah selesai, ikat jenazah menggunakan tali pengikat yang sebelumnya sudah disediakan.

Untuk jenazah perempuan

Apakah Anda sadar jika selama ini cara mengenakan kain kafan antara jenazah laki-laki dan perempuan berbeda? Pada jenazah perempuan, dua buah lembar kain kafan yang sudah diukur sesuai dengan tinggi jenazah dibentangkan. Kemudian, diletakkan pula kain sarung tepat di antara pusar dan kedua lutut jenazah.

Selain itu, Anda juga harus menyiapkan baju gamis dan kerudung yang terbuat dari kain kafan yang nantinya akan dipakaikan ke jenazah. Namun sebelum itu, tiga sampai lima ulas tali pengikat terlebih dahulu diletakkan sebelum kain-kain tadi dibentangkan.

Pada prosesi pengenaan kafan untuk jenazah perempuan juga harus disiapkan kapas yang sudah diberi wangi-wangian. Kapas ini nantinya akan dikenakan pada bagian tubuh tertentu pada jenazah. Setelah itu, jenazah dapat diangkat dan diletakkan di atas kain kafan.

Apabila jenazah perempuan memiliki rambut panjang, rambut tersebut dapat dikepang menjadi 2 atau 3 dan diletakkan di atas gamis di bagian dada. Baru setelah semua selesai, jenazah ditutup dengan kain kafan. 

Urutannya sama dengan jenazah laki-laki, selembar demi selembar dengan urutan kain bagian kiri terlebih dahulu dan diikat menggunakan tali.

Tata Cara Menyolatkan Jenazah

Setelah selesai melakukan proses pemandian dan pengkafanan jenazah, langkah berikutnya adalah menyolatkan jenazah. Sholat jenazah terdiri dari empat takbir tanpa disertai dengan rukuk’ dan juga sujud. Di antara masing-masing takbir terdapat bacaan dan doa sendiri-sendiri.

Pada takbir pertama, orang yang menyolatkan hendaknya membaca Al-Fatihah dan dilanjutkan dengan takbir kedua membaca sholawat nabi. Pada takbir ketiga dan keempat, orang yang menyolatkan hendaknya membaca doa jenazah. Kemudian, diakhiri dengan salam.

Tata Cara Menguburkan Jenazah

Hukum menguburkan jenazah ini juga fardhu kifayah. Pada tata cara pengurusan jenazah yang terakhir ini cukup panjang. Saat dimakamkan, posisi kepala jenazah hendaknya berada di utara dan menghadap kiblat. Ikat tali hendaknya dilepas dan kain yang menutupi wajah dibuka dengan pipi menempel tanah.

Kemudian, posisi jenazah dimiringkan ke kanan dengan disandarkan pada dinding kuburan agar tidak terlentang kembali. Agar pipi jenazah dapat bersentuhan dengan tanah, para ulama menganjurkan untuk ditaruh gundukan tanah di bawah pipi jenazah sebelah kanan.

Saat jenazah sudah di liang lahat, disunnahkan untuk mencurahkan menggunakan tanah seukuran kepalan tangan sebanyak tiga kali lalu ditimbun dengan menggunakan tanah. Terakhir, sebelum pelayat meninggalkan pemakaman, pelayat mengambil tanah kemudian menaburkannya sebanyak tiga kali.

Seperti yang dijelaskan di atas, mengurus mayat hukumnya adalah fardhu kifayah. Selain itu, melaksanakan pengurusan jenazah adalah tanggung jawab tetangga di sekitarnya secara kolektif. Apabila orang-orang disekitarnya meski hanya perwakilan tak ada yang mau mengurusnya, maka dosa akan ditanggung seluruh tetangga. 

hukum pengurusan jenazah
Penguburan. Sumber islami.co

Sampai di sini dulu pembahasan seputar hukum pengurusan jenazah beserta tata cara yang harus dilakukan mulai dari memandikan, mengafani, menyolatkan hingga menguburkan jenazah. Dalam melakukannya, hendaknya mengikuti ajaran agama Islam dan sunnah yang telah disampaikan oleh Nabi Muhamad SAW.

Fajar Muhammad

Penulis, Happiness Marketing, Art Director.

Leave a Reply