Cara Memotong Kain Kafan Sesuai Sunnah Nabi

Kematian merupakan sesuatu yang pasti dialami setiap makhluk yang bernyawa. Kematian bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal kehidupan sebenarnya. Karena itu kematian perlu dipersiapkan dengan matang, baik berupa bekal maupun yang lainnya. Sebagai umat muslim, sudah selayaknya kita meneladani baginda Nabi SAW dalam mengurus jenazah. Termasuk bagaimana cara memotong kain kafan sesuai sunnah Rasulullah.

Saat seorang muslim meninggal dunia, maka saudara muslim lainnya wajib mengurus serta merawat jenazah tersebut hingga liang lahat. Memandikan jenazah, mengkafaninya, menyolatkannya, lalu mengantarnya hingga tempat kuburnya, kesemua tahap ini perlu dilakukan sesuai dengan sunnah Nabi Muhammad SAW.

Fadhilah atau Keutamaan Mengurus Jenazah

Ada banyak sekali fadhilah atau keutamaan seorang muslim mengurus jenazah muslim lainnya. Maka dari itu tak perlu diragukan lagi bagaimana pahala mengurus jenazah seorang muslim yang beriman. Diantara fadhilah mengurus jenazah ada dalam sabda baginda Nabi,

“Siapa saja yang menyaksikan jenazah lalu ikut menyolatkannya maka baginya pahala satu qirath, dan siapa saja yang menyaksikan jenazah hingga ikut menguburkannya maka baginya pahala dua qirath. Para sahabat bertanya: ‘Apa yang dimaksud dengan dua qirath?’ Lalu beliau menjawab, ‘Seperti dua gunung yang besar.” (HR Bukhari Muslim).

Banyak Keutamaan Mengurusi Jenazah. Cara Memotong Kain Kafan untuk Jenazah Laki-Laki. Sumber: bimbinganislam.com
Banyak Keutamaan Mengurusi Jenazah. Sumber: bimbinganislam.com

Ternyata seorang muslim taat yang ikut menyolatkan jenazah saudara muslim lainnya dapat menjadi wasilah kebaikan bagi jenazahnya. Sesuai sabda Nabi, “Tidaklah seorang lelaki Muslim meninggal lalu dia dishalatkan oleh empat puluh orang yang tidak berbuat syirik sedikitpun kecuali Allah akan memberikan syafaat kepadanya.” (HR. Muslim)

Selain itu, dalam hadits lain Rasulullah SAW juga pernah bersabda,

“Siapa saja yang ikut memandikan mayit lalu dia menyembunyikan aib-aibnya, maka Allah akan mengampuninya dengan 40 kali ampunan. Dan siapa saja yang menggali (kubur) untuknya maka akan diberikan pahala baginya seperti pahala orang yang memberikan tempat tinggal hingga hari kiamat. Dan siapa saja yang mengkafani mayit, Allah akan mengkafaninya dengan sutera halus dan beludru dari surga pada hari kiamat nanti.” (HR. Al-Hakim).

Cara Memotong Kain Kafan untuk Jenazah Laki-Laki

Mengenai tata cara memotong kain kafan, ada perbedaan memotong kain kafan untuk jenazah laki-laki dan perempuan, sesuai dengan perbedaan mengkafani antara jenazah laki-laki dan perempuan. Apabila jenazahnya seorang muslim laki-laki, ia perlu diberi kain kafan berjumlah tiga lembar kain kafan berwarna putih bersih, dengan tanpa tambahan kain apapun.

Hal ini didasarkan pada hadits Nabi Muhammad yang diriwayatkan oleh isteri Nabi, Siti Aisyah Radhiyallahu ‘anha; “Pada saat baginda Rasulullah SAW wafat, beliau dikafani dengan tiga lembar kain putih yang berasal dari kapas, dan didalamnya tidak ada baju kurung ataupun sehelai sorban.”

Cara Memotong Kain Kafan untuk Pria. Sumber: bincangsyariah.com
Cara Memotong Kain Kafan untuk Pria. Sumber: bincangsyariah.com

Berikut tata cara memotong kain kafan untuk jenazah laki-laki:

  1. Potonglah kain kafan sesuai ukuran panjang jenazah, lalu tambahkan setengah meter atau sekitar 2,5 kilan, sebanyak dua lembar sebagai lembar pertama.
  2. Kemudian potonglah kain yang lain berukuran sekitar 16 cm atau satu depa untuk menjadi lembar kedua yang berfungsi untuk menutup badan jenazah mulai dari bagian dada hingga lutut.
  3. Lalu potonglah kain kafan sekitar 160 cm atau sama dengan satu depa untuk menjadi lembar ketiga, berfungsi sebagai penutup badan jenazah dari bagian dahi hingga mata kaki.
  4. Terakhir, potonglah kain kafan yang lain sepanjang 160 cm atau sekitar satu depa, dengan lebar sekitar 5 cm berjumlah 4 lembar (sebagai tali) dan satu lembar dipotong menjadi dua.

Untuk potongan kain yang tersisa dapat digunakan untuk kain yang nantinya bisa dipakai guna membersihkan bagian tubuh dari jenazah yang kotor. Dapat juga digunakan sebagai alat penutup aurat jenazah disaat jenazah hendak dimandikan.

Cara Memotong Kain Kafan untuk Jenazah Perempuan

Adapun jika jenazahnya seorang muslimah (perempuan) maka cara memotong kain kafannya agak berbeda dengan cara memotong kain untuk jenazah laki-laki, yaitu dengan lima lembar kain. Karena diperlukan penutup kepala dan beberapa bagian yang merupakan aurat wanita. Hal ini berdasarkan hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam yang berbunyi,

“Laila binti Qonif berkata: Saya pernah ikut memandikan Ummi Kulsum binti Rasulullah SAW saat beliau wafat. Ketika itu Nabi SAW memberi kami kain lalu baju kurung, lalu kerudung, kemudian selubung, kemudian oleh Rasulullah dimasukkannya kain lain.”

Kain untuk Jenazah. cara memotong kain kafan untuk perempuan. Sumber: islampos.com
Kain untuk Jenazah. Sumber: islampos.com

Berikut cara memotong kain kafan untuk perempuan sesuai dengan hadits diatas;

  1. Pertama, potonglah kain kafan sesuai dengan tinggi jenazah ditambah setengah meter atau sekitar 2,5 kilan, sebanyak dua lembar untuk menjadi lembar pertama.
  2. Lalu potonglah kain kafan dengan ukuran 75 cm atau sekitar 3,5 kilan, yang nantinya berfungsi sebagai kerudung atau penutup kepala.
  3. Kemudian potong kain kafan berikutnya sepanjang 160cm atau sekitar satu depa untuk baju kurung.
  4. Berikutnya potong kain kafan yang lain sepanjang 160 cm sebagai sarung atau kain basahan yang nantinya digunakan untuk menutup badan jeazah dari bagian perut hingga mata kaki.
  5. Terakhir potong kain dengan panjang 150 cm dan lebar 70 cm. Apabila kain kafan lebarnya 90 cm lalu dikirangi 70 cm maka sisanya 20 cm. Sisa tersebut dapat digunakan untuk tali, dengan cara memotong kain sepanjang 5 cm sebanyak 4 lembar, lalu satu lembar kain tersebut dipotong menjadi dua.

Itulah beberapa tips cara memotong kain kafan sesuai berdasarkan hadits baginda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. Sebagai umat muslim, sudah sepatutnya kita melakukan segala sesuatu berlandaskan syariat Allah serta sunnah Nabi-Nya, salah satunya dalam hal pengurusan jenazah. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply