12 Cara Memandikan Jenazah Laki-Laki dan Perempuan Sesuai Islam

12 Cara Memandikan Jenazah Laki-Laki dan Perempuan Sesuai Islam

Cara memandikan jenazah laki-laki dan perempuan sesuai dengan syariat islam berbeda dari bacaan niat hingga siapa yang diperbolehkan untuk memandikan mayit.

cara memandikan jenazah
Image Source : pixabay.com

Cara memandikan jenazah menurut agama islam bagi mayit pria dan wanita berbeda. Baik dari niat yang wajib dibaca sebelum memulai, hingga siapa saja yang boleh memandikannya. 

Semua tata cara tersebut hendaklah dilakukan dengan runtut agar jenazah bisa menghadap Allah SWT dalam keadaan yang suci. Bagi Anda yang kiranya belum tahu bagaimana bagaimana tata caranya, kali ini akan akan dibahas dengan lengkap. 

Perlengkapan dalam Memandikan Jenazah

Sebelum masuk ke tata cara memandikan jenazah laki-laki maupun perempuan, sebaiknya Anda tahu apa saja yang dipersiapkan. Untuk semua peralatan, baik pria dan juga wanita semuanya sama saja.

1. Tempat Tertutup

Memandikan jenazah hendaklah ditempat yang tertutup dan tidak mudah dilihat orang. Walaupun sudah meninggal, sebagai yang masih hidup, Anda wajib untuk menjaga harga dirinya. 

Karena itu untuk memastikan agar tertutup, penting disediakan tenda pemandian dan keranda jenazah terutama untuk jenazah wanita. harga keranda mayat atau tenda pemandian yang terjangkau ada di kerandajenazahstainless.com

2. Air Bersih

Menyediakan air bersih yang cukup untuk memandikan mayit adalah suatu keharusan. Usahakan sediakan air lebih banyak dari kebutuhan untuk jaga-jaga apabila jenazah perlu dimandikan ulang.

Sebenarnya sesuai dengan hadis HR Bukhari, memandikan mayit cukup satu kali saja. Dalam hadis tersebut dikatakan bahwa boleh memandikan tiga, lima, hingga 7 kali atau lebih apa bila perlu. 

Perlu yang di maksud di sini misalnya saja najis kembali keluar sebelum dikafani. Maka jenazah perlu dimandikan kembali agar ia tetap dalam keadaan yang suci. Apabila najis keluar setelah dikafani, maka tidak perlu dimandikan lagi, dan cukup dibersihkan saja. 

3. Sabun

Sabun yang digunakan untuk memandikan mayat sebaiknya ditambah dengan wangi-wangian lain. Sebisa mungkin peralatan yang digunakan untuk mensucikan jenazah juga tidak mengandung alkohol sama sekali. Hal ini juga berlaku apabila menggunakan air kapur barus.

4. Sarung Tangan

Supaya tidak licin, lebih mudah dan bersih dalam memandikan jenazah, Anda bisa menggunakan sarung tangan. 

5. Potongan Kain Kecil

Potongan kain kecil ini nantinya akan digunakan untuk menggosok gigi jenazah. Sehingga tidak perlu besar-besar, cukup untuk dibuat gulungan agar mudah dalam menyikat giginya. 

6. Kain Basahan

Kain basahan digunakan untuk menutup aurat jenazah supaya tidak terlihat. Aurat tetaplah aurat, inilah mengapa tidak semua orang boleh memandikan jenazah.

7. Handuk

Gunakan handuk yang lembut untuk mengeringkan badan jenazah setelah selesai dimandikan.

8. Dipan

Dipan jenazah akan digunakan sebagai alas untuk memandikan jenazah. Ketika memandikannya, jenazah harus diletakkan ditempat yang tinggi, sehingga Anda bisa menyiapkan dipan atau papan kayu. Apabila ada alat semacam keranda yang bisa digunakan, ini juga tidak masalah. 

Niat Memandikan Jenazah

Langkah selanjutnya yang harus Anda kuasai setelah menyiapkan semua peralatannya adalah niat. Bacaan niat memandikan jenazah bagi pria dan wanita berbeda. 

1. Niat Memandikan Jenazah Pria

Bagi pria, niat yang harus dibaca sebelum memandikan jenazah adalah “ Nawaitul Gusla Adaa-an ‘an Haadzal Mayyiti Lillaahi Ta’aalaa”

Bacaan di atas dalam bahasa Indonesia berarti “Saya niat untuk memandikan guna memenuhi kewajiban dari jenazah (pria) ini karena Allah Ta’ala”.

2. Niat Memandikan Jenazah Wanita

Untuk memandikan mayit wanita, niat yang harus dibaca adalah “ Nawaitul Gusla Adaa-’an Haadzhihil Mayyitati Lillahi Ta’ala”

Niat memandikan jenazah di atas dalam bahasa Indonesia dapat diartikan “Saya berniat untuk memandikan jenazah (wanita) ini karena Allah Ta’ala”.

Siapakah yang Boleh Ikut Memandikan Jenazah?

Seperti yang sudah disinggung di atas, tidak semuanya boleh memandikan jenazah. Untuk mayit perempuan dan laki-laki, siapa saja orang yang berhak memandikan jenazah adalah berbeda syaratnya. 

bagi laki-laki siapa saja yang berhak untuk ikut memandikan jenazahnya adalah :

  • Orang tua, kakak, adik, atau saudara laki-laki yang masih mempunyai hubungan darah
  • Istri
  • Tetangga atau teman laki-laki yang tidak ada hubungan keluarga
  • wanita yang termasuk mahram

Sedangkan untuk perempuan, orang yang boleh ikut ketika memandikan jenazah ialah :

  1. Suami, ia diperbolehkan melihat seluruh anggota tubuh tanpa terkecuali
  2. Orang tua, kakak, adik, atau saudara perempuan lain yang masih memiliki hubungan darah
  3. Tetangga atau teman perempuan yang tidak memiliki hubungan keluarga apapun
  4. Pria masih mahram, misal anak laki-laki

Selain 4 orang tersebut baik untuk wanita dan pria, tidak diperbolehkan untuk ikut memandikan jenazah. Terkecuali, ada kondisi tertentu atau dalam kondisi terdesak yang tidak memungkinkan. 

Tata Cara Memandikan Jenazah

Untuk memandikan jenazah pria, tidak berbeda jauh dengan jenazah wanita, berikut caranya setelah membaca niat :

  1. Siapkan semua peralatan di dalam ruangan tertutup, beserta papan atau dipan yang akan digunakan,
  2. Letakkan jenazah di atas papan kayu tersebut dan tutup auratnya menggunakan kain basahan yang sudah disiapkan,
  3. Sebaiknya miringkan badan mayit dan angkat hingga hampir duduk dan topang menggunakan tangan kanan,
  4. Kemudian urut secara perlahan bagian perut jenazah agar semua yang ada di dalamnya  keluar,
  5. Bersihkan lubang bagian depan hingga belakang jenazah hingga  bersih,
  6. Gunakan kain kecil untuk membersihkan mulut kemudian lanjutkan dengan hidup,
  7. Periksa rambut ketiak, hingga kuku, apabila terlalu panjang, potonglah. Anda tidak perlu untuk memotong rambut bagian kemaluan,
  8. Jenggot dan rambut jenazah harus dicuci hingga bersih 
  9. Basuh wajah hingga kepala dan sisir rambutnya apabila ia memilikinya, pastikan sertakan rambut yang rontok dan jangan dibuang,
  10. Basuh sisi kanan tubuh jenazah kemudian basuh sisi kiri
  11. Setelah selesai seluruh rangkaian memandikan jenazah, selanjutnya bantu jenazah untuk wudhu. Pada saat ini air tidak perlu hingga masuk ke mulut atau hidung, cukup dibasahi saja.
  12. Terakhir, sebelum dikafani, keringkan tubuh jenazah seluruhnya,

Memandikan Jenazah Wanita

Untuk memandikan jenazah wanita, tata cara yang digunakan tidak persis sama. Akan tetapi, tidak pula jauh berbeda, jenazah yang dimandikan harus tertutup, kotoran dikeluarkan, hingga membersihkan mulut, sama.  

Hal yang berbeda adalah pada rambut, untuk perempuan yang rata-rata memiliki rambut panjang, ada perlakuan khusus. Pastikan rambut tidak digelung atau terikat dengan apapun. 

Biarkan rambut terjulur ke belakang supaya benar-benar bersih, dan mudah ketika disisir. Kemudian setelah rambut bersih, keringkan dengan handuk semaksimal mungkin. Terakhir, kepang rambut yang sudah dikeringkan dan dibersihkan tadi.

Selain hal yang disebutkan di atas, cara memandikan jenazah sama saja. Usahakan dalam memandikan jenazah selembut mungkin, dan tidak ada bagian yang terlewat.

Cara Memandikan Jenazah
Kepengurusan jenazah harus sesuai syariah. Source unsplash

Itu dia tata cara bagaimana memandikan jenazah baik untuk mayit pria maupun wanita. Dari niat yang harus dibaca, siapa yang berhak memandikan, hingga berbagai perlengkapan yang dibutuhkan semuanya sudah dibahas. Anda bisa mempelajarinya dari secara runtut supaya tidak ada yang terlewat.

emoga informasi cara memandikan jenazah ini benar-benar bermanfaat bagi Anda dan bisa diamalkan suatu hari nanti. Sebagai tambahan, sesuai dengan sunah Rasulullah SAW, setelah memandikan jenazah hendaklah mandi. Hal ini tertulis dalam hadis riwayat Dawud no. 3161 dan dihasankan oleh Al Albani. 

Syauqi Muhammad Najmi

Adalah seorang penulis di Rajane Keranda. Lulusan pondok yang terjun ke dunia digital marketing dan ingin membuktikan bahwa santri bisa jadi apapun. Yang terpenting jangan lupa berdakwah !

Leave a Reply