Asal-usul Keberadaan Kereta Mayat

Asal-usul Keberadaan Kereta Mayat

Kaum muslim tentu sudah paham bahwa keberadaan keranda sudah ada sejak jaman dahulu. Hal ini bermula dari keinginan Fatimah Az Zahra putri Rasulullah yang keberatan jika jenazahnya ketika meninggal dipanggul saat dibawa ke pekuburan. Saat ini keranda mulai berkembang  bentuknya dan menjadi kereta mayat yang tidak perlu diangkat untuk membawanya.

Keranda jenazha darimasa ke masa memang berubah, namun perubahannya tidak begitu signifikan. Hanya saja bahan yang digunakan untuk membuat keranda bisa bermacam-macam.

Namun meskipun menggunakan bahan yang di klaim terbaik, tetapi tetap ada saja kelemahan yang ada. Berikut ini perkembangan keranda mayat dari generasi aqal hingga kemunculan kereta mayat.

Kereta Mayat
Keranda bambu. Sumber YouTube

Keranda Bambu

Keranda bambu adalah generasi awal dari keberadaan keranda. Namun keranda bambu saat ini sedang mengalami kepunahan. Keranda bambu mulai hilang perlahan-lahan dan digantikan dengan bahan lainnya meskipun beberapa pemakaman masih menggunakan keranda ini. Harga keranda mayat jenis ini lebih terjangkau karena itu di pedesaan lebih mudah ditemukan kerada jenis ini.

Bambu merupakan bahan alami yang ringan namun kuat. Dengan menggunakan bahan ini keranda menjadi nyaman dipanggul. Biasanya pada bagian yang dijadikan titik tumpu kekuatanmenggunakan bambu yangagak besar diameternya.

Bagian yang berdiameter besar tersebut nantinya yang akanmenahan pundak ketika dipanggul. Karena itu ketika dipanggul keranda bambu lebih nyaman di pundak.

Karena bahan bambu tidak bertahan lama, penggunaan keranda bambu mulai jarang. Masyarakat lebih suka menggunakan bahan logam daripada bambu karena keawetannya.

Jika keranda mulai lapuk, meskipun tidak menampakkan kerusakan, sangat beresiko untuk patah ketika dipakai untuk mengangkut jenazah.

Keranda Kayu

Keranda kayu ada bersamaan dengan keberadaan keranda bambu. Pada jaman dahulu keberadaan keranda selain berbahan bambu pasti adanya berbahan kayu.

Dengan menggunakan kayu, bentuk keranda bisa di sesuaikan dan bisa di hias dengan ukiran. Model keranda lainnya dengan dilapisi pernis atau cat sehingga lebih telihat bagus.

Namun keranda jenazah ini juga lambat laun akan hilang penggunaannya. Selain itu dengan menggunakan kayu, keranda ini akan terasa sangat berat ketika diangkat.

Membutuhkan banyak orang untuk mengangkut keranda ini. Meskipun begitu ketika dibandingkan dengan keranda bambu, keranda jenis ini akan memiliki usia pemakaian lebih lama dari keranda bambu.

Untuk memudahkan dalam membawanya, biasanya tukang kayu yang membuat keranda akan membuat pegangan, atau bagian yang nantinya terkena pundak pada saat di panggul dengan kayu yang berbentuk silinder sehingga akan nyaman di tangan ketika diangkat dan nyaman di pundak ketika dipanggul.

Keranda Besi

Keberadaan keranda besi mulai menggeser keberadaan keranda dari kayu maupun bambu. Dengan keranda besi usai pemakaian menjadi lebih lama. Meskipun bentuk keranda monoton namun masyarakat mulai menggunakan keranda ini.

Terlebih jika mereka tidak memiliki tempat penyimpanan yang ideal, biasanya akan menggunakan keranda ini dan ditempatkan di tempat yang semi terbuka di lingkungan masjid atau pekuburan.

Namun keindahan dan keawetan keranda besi tidak sebanding dengan kenyamanan para pemanggul jenazah. Keranda besi kosong saja sudah berat. Belum lagi tangkai pemanggul yang berukuran kecil.

Beban keranda terpusat pada titik kecil dan menekan pundak dengan bobot yang berat. Karena itu jika dalam pengerjaan desain keranda besi kurang bagus maka akan tuidak nyaman ketika dipanggul.

Meskipun menggunakan besi, namun ketika tidak dirawat dengan baik akan segera terkena karat. Apalagi jijka penempatannya hanya di tempat yang semi terbuka, maka cepat sekali keranda akan berkarat.

Meskipun berkarat, terkadang keranda masih kuat digunakan jika menggunakan batang besi yang tebal.hanya saja tampilannya tidak menarik lagi.

Keranda Stainless Steel

Keranda ini bisa dibilang sebagia keranda yang paling mutakhir yang dibuat oleh manusia. Dengan menggunakan bahan stainless steel, keranda ini akan terlihat mengkilap dan mewah.

Sifat dari stainless memang anti karat dan mudah dibersihkan shingga keranda jikapun kotor karena terkena sesuatu akan muda dibersihkan.

Karena itulah beberapa rumah sakit menggunakan bahan ini untuk keperluan kamar jenazah yang dimilikinya. Untuk kenyamanan pemanggul, biasanya keranda mayat menggunakan batang pemanggul dengan diameter besar dan jika tidak dipakai, atau ketika diletakkan, batang pemanggul bisa di masukkan sehingga tidak memakan tempat ketika keranda hanya diletakkan.

Karena menggunakan bahan yang mengkilap, keranda ini tidak terkesanmeneramkan sebagaimana keranda kayu maupun keranda bambu. Sehingga keranda jenis ini biasanya diletakkan di samping masjid.

Kereta Mayat

Keranda model kereta mayat ini merupakan modifikasi atau perkembangan dari keranda besi ataupun keranda stainless. Dengan menambah bagian bawahnya keranda ini tidak memerlukan tenaga pengangkut yangbanyak. Para pengubur jenazah tinggal mendorong keranda ini hingga sampai ke pekuburan.

Kereta Mayat
Kereta mayat. Sumber youTube

Biasanya yang menggunakan keranda ini adalah daerah yang sudah memiliki akses jalan yang sudah halus baik jalan cor maupun aspal. Di lingkungan perkotaan lebih mudah menemukan jenis keranda ini.

Keranda jeniskereta mayat ini juga cocok untuk daerah yang lokasi pekuburannya agak jauh dari desa atau pemukiman, sehingga ketika harus memanggul nanti akan mudah kelelahan.

Namun ada beberapa pihak yang kurang menyukai keranda model kereta mayat ini. Hal ini dikarenakan anggapan bahwa membawa mayat hendaknya dengan penuh penghormatan yakni dengan dipanggul bukan di dorong.

Hal lainnya adalah keranda jenis ini akan menyulitkan pendorong keranda jika harus melewati jalan yang banyak polisi tidur atau di jalanan yang rusak dan banyak lubang.

Leave a Reply