Adab-Adab Terhadap Jenazah Muslim

Sebagai seorang muslim, sudah selayaknya kita taat dan patuh terhadap segala perintah-Nya, dan menjauhi segala yang dilarang oleh-Nya. Diantara hal-hal yang menjadi kewajiban seorang muslim ialah mengurus jenazah saudara muslim yang telah wafat. Memadikan, mengkafani, mensholatkan, dan menguburkan jenazahnya merupakan bagian dari adab-adab seorang muslim terhadap jenazah saudaranya.

Allah telah mensyariatkan supaya berlaku mulia kepada seluruh manusia, baik yang beragama islam maupun bukan, baik yang masih hidup atau yang sudah meninggal. Namun perlu diketahui, pemuliaan ini tentunya sesuai dengan syariat islam itu sendiri. Hal ini ditegaskan Allah dalam surah Al-Israa ayat 70 yang artinya, “Dan sesungguhnya Kami telah memuliakan anak (keturunan) Adam…”

Salah satu bentuk memuliakan orang-orang yang telah meninggal ialah dengan memenuhi adab-adab terhadap jenazahnya, yang pastinya sesuai dengan ajaran agama Islam. Dalam Islam, tidak hanya makhluk hidup yang diperlakukan dengan adab-adab dan tuntunan tertentu, menghadapi seseorang yang meninggal dunia pun juga ada adab-adabnya, artinya tidak bisa sembarangan.

Adab-Adab Terhadap Jenazah

Berikut adab-adab terhadap jenazah dalam Islam yang perlu ditunaikan oleh seorang muslim:

1. Menutup Mata Mayit dan Berdoa

Menutup Mata Mayit Termasuk Adab terhadap Jenazah. Sumber: wilsonsfuneraladvice.com
Menutup Mata Mayit Termasuk Adab terhadap Jenazah. Sumber: wilsonsfuneraladvice.com

Saat seorang muslim sudah dipastikan meninggal dunia, hal pertama yang perlu dilakukan saudara muslim yang berada di dekatnya ialah menutup kedua mata mayit. Ini merupakan adab terhadap jenazah yang paling pertama. Syaikh Abdullah bin Abdurrahman al Jabarain dalam bukunya ‘Sholatul Jenazah’ memaparkan hal demikian.

Sebagaimana yang dilakukan oleh baginda Rasulullah SAW, beliau menutup kedua mata Abu Salamah ketika wafat. Lalu Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya pandangan mata akan mengikuti ruh saat ia keluar, lalu keluarganya pun meratap hiteris. Jangan sekali-kali kamu mendoakan atas diri kamu kecuali kebaikan, sebab saat itu malaikat akan mengaminkan apa yang kamu ucapkan.”

Setelah itu, beliau berdoa, “Allahummaghfir liabi salamah warfa’ darajatahu fil mahdiyyiin wakhlufhu fi ‘aqibihi fil ghabiriin, waghfir lanaa walahu yaa rabbal ‘alamiin, wafsah lahu fii qabrihi wa nawwir lahu fiihi (Ya Allah, ampunilah Abu Salamah, tinggikan derajatnya di kalangan orang-orang yang terpimpin dengan petunjuk-Mu, gantilah ia bagi keluarganya yang ditinggalkannya. Ampunilah kami dan ampunilah ia, duhai Rabb semesta alam. Lapangkanlah kuburnya serta terangilah ia dalam kuburnya).” (HR. Muslim)

2. Boleh Menangisi Mayit Sewajarnya

Saat seorang muslim meninggal dunia, keluarga yang ditinggalkan boleh menangisi kepergian jenazah, namun dengan sewajarnya saja. Tidak diperbolehkan menangis dengan berlebihan dan bersuara keras. Tidak diperbolehkan pula meratapi jenazahnya apalagi merobek-robek bajunya.

Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda, “Bukanlah termasuk golongan kami seorang yang memukul-mukul pipinya serta merobek-robek bajunya, lalu ia menyerukan kepada seruan jahiliyah”. (HR. Al-Bukhari).

3. Menutupi Jenazah dengan Kain

Adab terhadap mayit yang berikutnya ialah menutupi sekujur tubuh mayit dengan kain. Hal ini sesuai dengan hadits dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha, dia berkata, “Pada saat Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam wafat, jenazah beliau ditutupi dengan selembar kain bercorak” (HR Bukhari Muslim).

4. Bersegera dalam Merawat Jenazah

Merawat Jenazah ialah Salah Satu Adab terhadap Jenazah. Sumber: muslim.okezone.com
Merawat Jenazah ialah Salah Satu Adab terhadap Jenazah. Sumber: muslim.okezone.com

Adab terhadap jenazah yang berikutnya ialah bersegera dalam merawat jenazah serta menguburkannya. Merawat jenazah disini diantaranya yaitu memandikan jenazah, mengkafaninya dan menyiapkan kerandanya. Hal ini dimaksudkan supaya meringankan beban keluarga, juga sebagai rasa belas kasih terhadap mereka.

Sesuai dengan sabda baginda Nabi Muhammad SAW dari Abu Hurairah RA, beliau menyebutkan bahwasanya Rasulullah telah bersabda, “Bersegeralah kalian (pada saat mengurus) jenazah. Sebab apabila amal-amalnya shalih, maka kebaikanlah yang kamu berikan kepadanya. Namun bila sebaliknya, maka keburukanlah yang kamu lepaskan dari pundak kamu.” (HR Bukhari Muslim).

5. Mensholatkan Jenazah dan Mengantarnya ke Kubur

Salah satu adab seorang muslim terhadap jenazah saudara muslim lainnya ialah mensholatkan serta mengantarkan jenazahnya hingga liang kubur. Dalam hadits Nabi menyebutkan bahwa melayati jenazah saudara muslim termasuk salah satu dari keenam hak muslim terhadap muslim lainnya.

Bahkan saking utamanya amalan ini, Rasulullah dalam sabdanya yang lain menjanjikan pahala sebesar gunung Uhud bagi seorang muslim yang ikhlas menunaikannya. dari Abu Hurairah Rasulullah SAW bersabda,

“Siapa saja yang mengiringi jenazah seorang muslim, karena iman dan (hanya) berharap balasan (dari Allah), ia selalu bersama jenazah itu hingga dishalatkan dan selesai dari penguburannya, maka ia akan pulang dengan membawa pahala dua qiroth, dan setiap qiroth setara dengan gunung Uhud. Dan siapa saja yang menyolatkannya lalu pulang sebelum dikuburkan, ia pulang membawa satu qiroth”. (HR. Bukhari)

6. Mengingat Kebaikan Mayit

Adab terhadap jenazah berikutnya ialah senantiasa mengingat kebaikan si mayit dan tidak mengatakan keburukan perbuatannya meski itu benar. Dalam hal ini baginda Rasulullah SAW pernah bersabda, ”Janganlah kamu mencaci-maki orang-orang yang telah meninggal, karena mereka telah sampai kepada apa yang telah mereka perbuat.” (HR. Al-Bukhari).

7. Tidak Duduk di atas Kuburnya

Tidak Boleh Duduk di atas Kubur. adab terhadap jenazah. Sumber: unsplash.com @mattbotsford
Tidak Boleh Duduk di atas Kubur. Sumber: unsplash.com @mattbotsford

Yang termasuk adab terhadap jenazah yaitu tidak duduk di atas kuburannya. Hal ini sangat dilarang oleh baginda Nabi, dikarenakan yang demikian itu termasuk menghinakan kubur. Dari Abu Hurairah RA Rasulullah SAW pernah bersabda,

“Seandainya saja ada seseorang duduk di atas bara api sehingga membakar pakaiannya sampai kulitnya, maka hal itu lebih baik baginya dibandingkan ia duduk di atas kubur.” (HR. Muslim, no. 1612).

Akhir kata, itulah beberapa adab-adab terhadap jenazah yang perlu diketahui oleh setiap muslim. Sebagai seorang muslim, kita perlu mengetahui juga bagaimana tata cara memandikan jenazah, memotong kain kafan, hingga menguburkan jenazah sesuai dengan syariat Islam, supaya semakin sempurna kita dalam menjalankan segala perintah-Nya. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply